BANDUNG – Seorang bayi yang diduga mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di Puskesmas Padasuka kini kondisinya telah membaik setelah dirawat tiga hari di Rumah Sakit Santo Yusuf, Kota Bandung, Kamis (16/4/2026).
Dinas Kesehatan Kota Bandung memastikan penanganan terhadap bayi tersebut telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur. Seluruh biaya perawatan ditanggung pemerintah daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Sony Adam mengatakan, bayi yang diimunisasi pada 6 April 2026 itu mulai menunjukkan gejala demam, ruam kulit, mata bengkak, dan kejang pada 11 April 2026.
“Pada tanggal 11 April 2026, Puskesmas Padasuka mendapatkan laporan bahwa bayi tersebut masuk IGD RS Santo Yusuf. Bayi mendapatkan penanganan yang baik selama tiga hari,” ujar Sony Adam.
Bayi tersebut akhirnya diperbolehkan pulang pada 14 April 2026 dalam kondisi baik.
Penanganan dugaan KIPI ini dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Komisi Daerah KIPI Jawa Barat, dan Kementerian Kesehatan RI.
“Imunisasi tetap penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya. Setiap kejadian seperti ini akan kami evaluasi secara menyeluruh,” tegas Sony Adam.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari sistem respons kesehatan daerah dalam melindungi keselamatan anak sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap layanan imunisasi.
- Bayi KIPI
- bayi tersebut masuk IGD RS Santo Yusuf
- diimunisasi pada 6 April 2026
- evaluasi secara menyeluruh
- gejala demam
- Imunisasi
- kejang pada 11 April 2026
- Kementerian Kesehatan RI
- Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung
- Komisi Daerah KIPI Jawa Barat
- mata bengkak
- Provinsi Jawa Barat
- Puskesmas Padasuka
- ruam kulit
- Sony Adam
- tanggal 11 April 2026