BANDUNG, – Generasi Z awal (kelahiran akhir 1990 an hingga awal 2000 an) memiliki delapan permainan khas yang mengedepankan aktivitas fisik dan interaksi langsung, sebelum era mobile gaming seperti Mobile Legends dan Valorant mendominasi.
Alih-alih menatap layar gawai, anak-anak pada masa itu lebih sering bermain di luar rumah di aspal, ubin teras, atau arena sederhana hingga lupa waktu.
Berikut delapan permainan yang populer pada masanya:
1. Kelereng (Gundu)
Permainan klasik ini mengandalkan ketepatan dan strategi. Koleksi kelereng, dari yang buram hingga bening, kerap menjadi kebanggaan tersendiri.
2. Tepok Stik
Permainan sederhana penguji ketangkasan dan refleks. Meski telapak tangan sering memerah, keseruan bermain membuat rasa sakit tak terasa.
3. Tamiya
Terinspirasi dari anime Let’s & Go!!, anak-anak berlomba merakit dan memodifikasi mobil mini. Momen berlari mengejar Tamiya di lintasan menjadi kenangan ikonik.
4. Yoyo
Lebih dari sekadar mainan, yoyo menjadi ajang unjuk keterampilan. Berbagai trik seperti loop-the-loop menjadi tantangan membanggakan saat berhasil dikuasai.
5. Beyblade
Pertarungan Beyblade sering dilakukan di arena seadanya, bahkan menggunakan wajan. Suara benturan dan sensasi kompetisi menghadirkan keseruan tersendiri.
6. Crazy Bird
Mainan sederhana berbentuk burung ini dimainkan dengan menyeimbangkannya di ujung jari atau meja. Sederhana, tetapi mampu memikat perhatian dalam waktu lama.
7. Bakugan
Perpaduan antara permainan kartu dan figur. Membutuhkan strategi dan ketepatan untuk membuka bola magnet menjadi monster di atas kartu.
8. Animal Kaiser
Permainan kartu berbasis mesin arcade ini sangat populer di pusat perbelanjaan. Memiliki kartu langka menjadi kebanggaan tersendiri di kalangan anak-anak.
Permainan-permainan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membangun interaksi sosial, kreativitas, serta kebersamaan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kenangan ini menjadi pengingat akan masa kecil yang sederhana namun penuh makna.