BANDUNG – Siswa yang lolos jalur Afirmasi Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) di sekolah swasta dipastikan tetap tidak dipungut biaya. Bantuan operasional untuk pengganti SPP dan DSP disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, di Bandung, Jumat (12/6). Hal ini dilakukan untuk menjawab kekhawatiran orang tua siswa yang diterima di sekolah swasta melalui jalur afirmasi.
“Para orang tua jangan khawatir, bagi yang lolos jalur Afirmasi RMP di sekolah swasta akan mendapat bantuan operasional untuk pengganti SPP dan DSP selama di sekolah tersebut,” jelas Asep.
Program RMP ini disebut sebagai komitmen Pemkot Bandung dalam memberikan layanan pendidikan yang layak bagi masyarakat kurang mampu. Penduduk kurang mampu diberikan kesempatan yang sama untuk mendapat pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Anggaran sebesar Rp36 miliar telah dicairkan kepada 191 sekolah pada Mei 2026 lalu. Bantuan tersebut diberikan kepada 17.775 siswa RMP jenjang SD dan SMP di Kota Bandung.
Bantuan operasional ini dapat digunakan untuk pengganti SPP dan DSP selama siswa bersekolah. Anggaran yang dicairkan ke sekolah swasta diberikan untuk jangka waktu satu tahun dan dapat diperbaharui di tahun berikutnya.
“Siswa RMP yang masih terdata di DTSEN atau masuk kategori RMP akan tetap mendapat bantuan tersebut selama di sekolah tersebut,” ujar Asep.
Jalur Afirmasi RMP hadir dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Pendaftaran tahap 1 untuk jalur Afirmasi dan Prestasi jenjang SD dan SMP dibuka pada 8-12 Juni 2026 secara online melalui laman spmb.bandung.go.id.
Sebelumnya, pada 4 Mei 2026, pendataan Afirmasi RMP penempatan telah dibuka bagi siswa SD yang terdata di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Penyaringan dilakukan berdasarkan DTSEN desil 1-5 dengan kuota 20 persen dari total kuota jalur Afirmasi 30 persen, sementara 10 persen sisanya merupakan jalur Afirmasi non-penempatan (online).
Bagi calon murid baru jalur afirmasi RMP jenjang SMP yang tidak lolos seleksi di empat pilihan sekolah, mereka masih dapat memilih sekolah swasta yang kuota RMP nya masih kosong. Hal ini dapat dilakukan setelah pengumuman SPMB tahap 1.
Salah satu orang tua siswa RMP, Desi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkot Bandung. Ia mengaku memiliki empat orang anak yang semuanya mendapat bantuan RMP.
“Untuk saya khususnya yang memiliki anak empat dan alhamdulillah semua mendapat bantuan RMP. Anak saya bisa bersekolah seperti anak-anak lain,” ujar Desi.
Ia berharap program RMP ini dapat terus berjalan dan membantu warga Bandung yang secara ekonomi berada di desil 1-5 untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kepala Sekolah SD Kemala Bayangkari, Hesti Febriati, juga menyampaikan apresiasinya. Bantuan operasional ini disebut dapat dialokasikan untuk memperbaiki fasilitas sekolah sehingga warga sekolah merasa aman dan nyaman selama kegiatan belajar mengajar.
“Harapannya semoga bantuan RMP ini akan terus berlanjut karena hingga saat ini sudah sangat terlihat kebermanfaatannya, baik bagi sekolah maupun siswa RMP,” jelas Hesti.
Para kepala sekolah yang menerima dana bantuan RMP diminta untuk mencermati dan merealisasikan anggaran sesuai dengan aturan yang berlaku.