BANDUNG — Pemerintah Kecamatan Astana Anyar berhasil mereduksi lebih dari dua ton sampah anorganik rumah tangga melalui program Bazaar “Bayar Pakai Sampah” yang digelar di Halaman Kantor Kecamatan Astana Anyar, Jalan Bojongloa No. 69. Program kolaboratif tersebut akan dijadikan agenda rutin setiap tiga bulan sebagai upaya membangun budaya memilah sampah sejak dari rumah.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Ratusan warga datang membawa sampah anorganik yang telah dipilah dari rumah untuk ditukarkan dengan voucer belanja kebutuhan pokok.

Berdasarkan hasil rekapitulasi panitia, jumlah sampah anorganik yang terkumpul dalam kegiatan tersebut mencapai lebih dari dua ton.

“Rekapitulasi sementara menunjukkan sampah yang berhasil dikumpulkan warga mencapai lebih dari dua ton,” ujar salah seorang pejabat Pemerintah Kecamatan Astana Anyar, jumat (3/7/2026).

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Komunitas Bandung Dikilau dan Bank Sampah Great Bandung. Sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis ditimbang, kemudian dikonversi menjadi kupon belanja yang dapat digunakan di jaringan ritel atau supermarket yang telah bekerja sama dengan penyelenggara.

“Masyarakat membawa sampah anorganik dari rumah untuk ditukar dengan bon belanja. Bon tersebut dapat digunakan membeli berbagai kebutuhan pokok di supermarket mitra,” jelasnya.

Sistem transaksi yang diterapkan juga memberikan kemudahan bagi masyarakat. Apabila nilai belanja melebihi nominal kupon yang dimiliki, warga cukup membayar selisihnya menggunakan uang tunai.

“Misalnya warga memiliki bon senilai Rp50.000, sementara total belanja Rp70.000, maka cukup menambah kekurangannya sebesar Rp20.000,” katanya.

Pemerintah Kecamatan Astana Anyar memastikan program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Bazaar “Bayar Pakai Sampah” akan terus dievaluasi dan dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan untuk mendorong konsistensi masyarakat dalam memilah sampah anorganik.

Melalui program ini, Pemerintah Kecamatan Astana Anyar berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat, sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Bandung dalam mengurangi timbulan sampah melalui pendekatan ekonomi sirkular. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan.
:::writing

Jika diinginkan, saya juga bisa mengubahnya menjadi gaya straight news media nasional yang lebih lugas dan sesuai standar kantor berita.