BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung penguatan deteksi dini dan pencegahan thalasemia yang diinisiasi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung bersama RS Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bagi Penyandang Thalasemia dan Keluarga digelar di Trans Studio Bandung, Minggu (26/7).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengapresiasi kolaborasi ini.
“Atas nama Pemkot Bandung, kami mengapresiasi inisiatif RSHS dan RSAB Harapan Kita yang terus menghadirkan inovasi dalam penanganan thalasemia. Upaya seperti ini sangat penting karena membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit genetik,” ujar Farhan.
Prevalensi Thalasemia di Jabar Mencapai 40 Persen
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyampaikan apresiasi kepada RSHS, RSAB Harapan Kita, dan Kementerian Kesehatan. Prevalensi pembawa sifat thalasemia di Indonesia mencapai 3–10 persen dari populasi, dengan sekitar 40 persen penyandang berada di Jawa Barat.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen memperkuat upaya edukasi, deteksi dini, dan pendampingan sehingga angka kasus thalasemia dapat terus ditekan,” ujar Erwan.
Skrining Genetik dan Edukasi Keluarga
Direktur Utama RSHS Bandung, dr. H. Rachim Dinata Marsidi, menyatakan kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen RSHS dalam pelayanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr. Reni Wigati, menekankan pentingnya kolaborasi.
“RSHS merupakan rumah sakit regional terbaik di Indonesia. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana penelitian dan pelayanan kesehatan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Fokus utama kegiatan adalah mengajak keluarga penyandang thalasemia mengikuti skrining genetik untuk mengetahui status pembawa sifat sejak dini.
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan yang merupakan rangkaian Hari Anak Nasional 2026 dan HUT ke-103 RSHS ini meliputi
– Edukasi mengenai thalasemia
– Pemutaran video testimoni pasien
– Paparan hasil program
– Pengambilan 90 sampel air liur untuk penelitian dan penguatan skrining genetik
Sebanyak 484 penyandang thalasemia turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.