BATUJAJAR BARAT,– Pementasan Wayang Golek di Desa Batujajar Barat, Sabtu (24/1), menjadi momentum penguatan empati dan solidaritas. Dalam acara tersebut, dua pimpinan daerah menyerukan kepada warga untuk tidak berlebihan dalam euforia (yuporia) dan mengalihkan perhatian kepada korban musibah longsor di Pasirlangu yang terjadi pada hari yang sama.

Pejabat Sementara (Plt.) Camat Batujajar, Agus Achmad Setiawan, bersama Kepala Desa Batujajar Barat, Erfan Hariawan, secara khusus menyampaikan himbauan dan belasungkawa. Pernyataan itu disampaikan di hadapan ratusan warga yang hadir menikmati pagelaran budaya berjudul “Putra Giri Harja 3” tersebut.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga, di tengah kegembiraan ini, mari kita ingat dan berempati kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Pasirlangu,” ujar Agus Achmad Setiawan.

Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam atas bencana longsor yang melanda Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, dini hari itu. Plt. Camat juga memimpin doa bersama untuk para korban.

“Kita mendoakan agar mereka yang hilang segera ditemukan dan yang terdampak diberi ketabahan. Solidaritas kita sangat dibutuhkan dalam saat-saat seperti ini,” tambahnya.

Himbauan tersebut disambut khidmat oleh masyarakat. Acara Wayang Golek yang bertujuan melestarikan budaya lokal pun berlangsung dengan nuansa keprihatinan dan menguatkan nilai kebersamaan warga.