BANDUNG BARAT – Upaya mendukung swasembada bawang putih nasional mulai dilakukan Polres Cimahi melalui pengembangan budidaya bersama kelompok tani di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (19/8). Penanaman ini diarahkan menjadi proyek percontohan yang selanjutnya dapat dikembangkan ke wilayah lain di bawah hukum Polres Cimahi.
Kapolres Cimahi, AKBP Moh. Faruk Rozi, menyatakan pengembangan bawang putih perlu dilakukan karena sekitar 92 persen kebutuhan nasional masih dipenuhi impor.
“Kita mendukung program pemerintah untuk mewujudkan swasembada bawang putih nasional,” ujar Faruk.
Lokasi Percontohan dan Bantuan
Selain Cisarua, wilayah Gunung Halu juga diproyeksikan sebagai lokasi pengembangan. Bantuan telah disalurkan kepada Gapoktan, berupa kultivator, peralatan pertanian, bibit bawang putih, pupuk, hingga sembako.
Bibit bawang putih yang ditanam di Cisarua didatangkan dari Tegal. Sentra bawang putih di Pulau Jawa antara lain terdapat di Tegal, Temanggung, dan Karanganyar.
Evaluasi dan Pemasaran
Keberhasilan penanaman di Cisarua dan Gunung Halu akan menjadi bahan evaluasi untuk memperluas program ke Gapoktan lainnya di wilayah Polres Cimahi.
Aspek pemasaran juga menjadi perhatian agar hasil panen memiliki kepastian penyerapan, melalui Bulog atau kerja sama dengan Gapoktan di daerah sentra bawang putih.
“Harapannya bawang putih yang ditanam bisa tumbuh subur, ukurannya bagus, dan harga jualnya tinggi. Kalau harganya baik, tentu akan meningkatkan pendapatan dan mengangkat perekonomian Gapoktan,” ujar Faruk.
Program ini diharapkan tidak hanya mendukung swasembada pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi, meningkatkan pemanfaatan lahan, serta memperkuat sektor pertanian di Jawa Barat.