BANDUNG – Kotoran dan kecoa ditemukan di ruang penyimpanan bahan makanan basah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindang Jaya, Kecamatan Mandalajati, oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung. Sejumlah persoalan sanitasi juga ditemukan pada dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

Kepala Dinkes Kota Bandung, Sony Adam, menyatakan kebersihan dan fasilitas sanitasi di SPPG itu masih perlu diperbaiki. Selain kotoran dan kecoa, masalah ditemukan di ruang pencucian. Material kedap air belum digunakan pada dinding ruang cuci sehingga ruangan berpotensi lembap dan basah.

Ruang cuci juga dindingnya belum kedap air. Seharusnya dindingnya tahan air agar tidak lembap atau basah. Secara keseluruhan, fasilitas sanitasinya belum lengkap,” ujar Sony, Rabu (16/9).

Plafon dan Penyimpanan Bahan Kering Jadi Catatan

Penataan area dapur dinilai belum maksimal. Atap baja ringan tanpa plafon masih digunakan di sebagian ruangan. Padahal, plafon seharusnya dipasang di seluruh ruang produksi makanan untuk mendukung kebersihan dan sanitasi.

Ruangan beratap langsung dari baja ringan, seharusnya sudah dipasang plafon. Sebagian ruangan sudah berplafon, namun sebagian lainnya masih terbuka. Alur masuk dan keluar makanan sudah dipisah sebagaimana mestinya,” katanya.

Catatan juga diberikan pada ruang penyimpanan bahan makanan kering. Bahan makanan ditata terlalu rapat dengan dinding, langit-langit, dan lantai. Jarak penyimpanan dinilai belum cukup untuk memudahkan pembersihan dan mencegah kontaminasi.

Untuk ruang penyimpanan bahan kering, penataannya perlu diperbaiki, terutama jarak dari dinding, langit-langit, dan lantai. Saat ini masih terlalu rapat. Kondisi di Mandalajati juga demikian,” ucapnya.

Belum Ada Kasus, Namun Berpotensi Risiko

Meski begitu, belum ada kasus kesehatan yang dikaitkan dengan temuan tersebut. Sony menegaskan kondisi sanitasi tersebut tetap perlu mendapat perhatian karena berpotensi menimbulkan risiko.

Sejauh ini belum ada kasus. Hanya saja, kondisi sanitasi yang tadi disebutkan memang perlu mendapat perhatian. Jika dibiarkan, tentu akan berpotensi menimbulkan risiko,” kata Sony.

Lingkungan yang tidak memenuhi standar kebersihan dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri dan memengaruhi keamanan pangan jika tidak segera diperbaiki.

Betul, atau memicu pertumbuhan bakteri. Lingkungan seperti itu memang tidak memenuhi syarat kebersihan, sehingga bakteri mudah berkembang biak,” tandasnya.