CIMAHI – Dinas Kesehatan Kota Cimahi meminta orang tua tidak menunggu kondisi anak semakin berat sebelum membawanya ke fasilitas pelayanan kesehatan ketika muncul gejala sakit. Imbauan disampaikan di tengah meningkatnya laporan kasus ISPA dan keluhan demam di masyarakat.
Kepala Dinkes Kota Cimahi, dr. Mulyati, menyatakan orang tua tidak perlu menunggu demam berlangsung beberapa hari untuk memeriksakan kondisi anak. Setiap pasien memiliki kondisi berbeda sehingga penanganan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan lamanya demam.
“Tidak boleh menyampaikan kalau sudah panas tiga hari atau lima hari baru dibawa, karena kondisi setiap pasien berbeda-beda,” ujar Mulyati, Rabu (7/10).
Manfaatkan Puskesmas dan Klinik Terdekat
Orang tua disarankan membawa anak yang sakit ke puskesmas atau klinik terdekat agar segera mendapatkan pemeriksaan. Penanganan di fasilitas kesehatan pertama diharapkan mencegah pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi berat.
“Kalau orang tua merasa anaknya sakit, silakan dibawa ke puskesmas ataupun klinik yang dekat dengan rumah,” ucapnya.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan pasien membutuhkan penanganan lanjutan, dokter dapat memberikan rujukan ke rumah sakit. Mekanisme tersebut diperlukan agar alur pelayanan dan kapasitas ruang gawat darurat tetap terkendali.
Dinkes juga mengingatkan fasilitas kesehatan memanfaatkan Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) dalam proses rujukan pasien.
Pantau Ketersediaan Tempat Tidur via SIRANAP
Sejumlah rumah sakit di Kota Cimahi dilaporkan penuh pada waktu tertentu. Untuk mengetahui ketersediaan tempat tidur, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi SIRANAP milik Kementerian Kesehatan.
“Bapak dan Ibu sebaiknya selalu mengecek aplikasi SIRANAP untuk melihat apakah tempat tidur di rumah sakit sedang kosong atau penuh,” katanya.
Dinkes melakukan pemantauan ketersediaan tempat tidur melalui pembaruan data setiap hari pukul 14.00.
“Setiap hari pukul dua siang, teman-teman rumah sakit harus memperbarui data ketersediaan tempat tidur sehingga kami mengetahui rumah sakit mana yang masih memiliki tempat tidur kosong,” jelasnya.
Informasi tersebut penting untuk mencegah masyarakat berpindah-pindah rumah sakit. Dinkes juga mengingatkan agar memberi perhatian lebih kepada bayi, balita, lansia, penderita penyakit kronis, dan pasien dengan gangguan imunitas.
Meski kasus ISPA meningkat, masyarakat diminta tidak panik dan tetap mengutamakan pemeriksaan medis sedini mungkin.