BANDUNG, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat menyiapkan suntikan anti tetanus bagi para relawan yang terlibat dalam evakuasi korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap risiko kesehatan relawan jika terluka oleh benda tajam selama proses evakuasi.

Kepala Dinkes Jawa Barat, R. Vini Adiani Dewi, mengatakan ketersediaan vaksin tetanus telah dipastikan dalam jumlah yang memadai. “Kami menyiapkan anti tetanus ini dengan banyak. Jadi jangan khawatir bagi relawan yang akan disuntik, kita siap,” ujar Vini.

Selain vaksinasi, Dinkes Jabar telah mengerahkan tim kesehatan dan menyiapkan Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan Lanjut (FKTRL) untuk penanganan gawat darurat. Rumah sakit rujukan yang ditetapkan antara lain RSUD Welas Asih, RSUD Cibabat, RSUD Lembang, dan RS Dustira.

Berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan serta Dinkes Kabupaten Bandung Barat, pihaknya juga mengaktifkan Pusat Operasi Darurat Kesehatan atau *Health Emergency Operation Center* (HEOC). Dukungan lain meliputi pemantauan posko kesehatan dan penyuluhan kesehatan bagi pengungsi.

Untuk mendukung proses identifikasi korban, Dinkes Jabar bersama Dinkes KBB menyediakan peralatan DVI (Disaster Victim Identification), peti mati, dan freezer penyimpanan jenazah. “Kami berharap upaya ini dapat memperlancar dan mempercepat penanggulangan bencana,” pungkas Vini.