Soreang – Satuan Lalu Lintas Polresta Bandung tidak hanya mengandalkan razia atau tilang untuk menekan angka pelanggaran. Kali ini, mereka menyasar anak-anak usia dini melalui program edukasi tertib berlalu lintas yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.

Kegiatan yang menyasar lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) ini bertujuan menanamkan budaya disiplin sejak fase emas pertumbuhan anak.

Kasat Lantas Polresta Bandung, Kompol Ega Prayudi, menjelaskan bahwa materi yang diberikan bukan sekadar teori. Anak-anak diajak praktik langsung, mulai dari cara menyeberang di zebra cross, mengenal rambu lalu lintas, hingga antre dan berbaris.

“Ini adalah investasi keselamatan jangka panjang. Anak-anak yang paham aturan sejak kecil akan tumbuh menjadi pelopor keselamatan, bukan hanya sekadar patuh karena takut ditilang,” ujar Ega kepada wartawan di Soreang, Kamis (12/2/2026).

Polresta Bandung menargetkan 80 hingga 90 persen lembaga pendidikan anak usia dini di wilayah hukumnya mendapat kunjungan edukasi dari Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel). Meski tak bisa menjangkau 100 persen dalam waktu singkat, Ega menyebut jadwal kunjungan telah disusun secara bertahap.

“Kami tidak punya data statistik dampak langsung dari kegiatan ini. Tapi ini adalah strategi fundamental. Kami ingin kesadaran berlalu lintas tumbuh dari dalam diri masyarakat, bukan karena takut pada polisi,” tegasnya.

Polresta Bandung berkantor di Jalan Bhayangkara Nomor 1, Soreang, dan selama ini mencatat masih tingginya angka pelanggaran lalu lintas di kalangan remaja dan dewasa. Dengan edukasi dini, pihaknya optimis angka tersebut bisa ditekan dalam satu hingga dua dekade ke depan.