BANDUNG – Harga kebutuhan pokok di Pasar Cihapit, Kota Bandung, pada Oktober 2026 menjadi perhatian warga yang berbelanja. Beras, telur ayam, dan sayuran banyak dicari masyarakat di tengah upaya mengatur pengeluaran rumah tangga.
Berdasarkan data harga pangan Kota Bandung per 20 Oktober 2026, beras tercatat di kisaran Rp16.000 per kilogram dan telur ayam sekitar Rp27.000 per kilogram berdasarkan rata-rata pasar tradisional. Harga di setiap lapak dapat berbeda, bergantung pada jenis barang, kualitas, dan kondisi pasokan, Kamis (22/10).
Harga Sayur Mengikuti Pasokan
Penjual sayuran, Yati, menyatakan harga sayur dapat berubah setiap hari mengikuti ketersediaan barang dari pemasok dan daerah penghasil.
“Harga sayuran memang bisa berubah-ubah setiap hari, tergantung pasokan dari pemasok dan kondisi di daerah pertanian. Kalau harga dari pemasok naik, kami juga harus menyesuaikan harga jual, tetapi tetap berusaha supaya pembeli bisa belanja sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, dan tomat menjadi pilihan masyarakat. Yati berharap pasokan tetap lancar agar harga tidak mengalami kenaikan signifikan.
Pembeli Berharap Harga Stabil
Pembeli di Pasar Cihapit, Risty, menyatakan harga beras, telur, dan sayuran menjadi pertimbangan utama saat berbelanja. Memilih bahan pangan sesuai kebutuhan dan membandingkan harga di beberapa lapak dinilai membantu menyesuaikan belanja dengan anggaran.
“Yang paling diperhatikan tentu harga beras, telur, dan sayuran karena semuanya dibutuhkan untuk memasak di rumah. Harapannya harga tetap stabil dan terjangkau,” katanya.
Perbedaan harga antarpedagang perlu diperhatikan masyarakat. Harga sayuran dapat berubah lebih cepat karena dipengaruhi cuaca, masa panen, biaya distribusi, dan jumlah pasokan. Pedagang dan pembeli berharap pemerintah terus memantau harga serta menjaga kelancaran distribusi bahan pangan ke pasar tradisional. Pemantauan berkala diperlukan agar kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga wajar dan terjangkau.