CILEUNYI – Pasar Murah Jawa Barat bersama Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat di UPTD BPSMB Agro Bandung, Jalan Raya Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kamis (21/5).
Acara tersebut dihadiri oleh Camat Cileunyi, Cucu Endang, S.Sn., M.Ak. Beliau didampingi oleh Kasi Pemerintahan, Danny Hardyana, S.Pt., M.M., serta Penjabat Kepala Desa Pandanwangi, Rosyid, S.Pd., M.M.
Program Kolaborasi Antarpihak Digelar untuk Jaga Stabilitas Pangan
Program pasar murah ini dirancang sebagai hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Badan Pangan Nasional. Kegiatan tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Selain itu, program ini juga dimaksudkan untuk menekan laju inflasi di berbagai daerah.
Beberapa Tujuan Utama Ditetapkan dalam Program Ini
Sejumlah tujuan utama telah ditetapkan dalam pelaksanaan program pasar murah ini.
Pertama, daya beli masyarakat dijaga melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kebutuhan seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, cabai, bawang, dan komoditas lainnya disediakan di bawah harga pasar.
Kedua, stabilisasi harga pangan dilakukan dengan memotong rantai distribusi yang panjang. Upaya ini dilakukan agar harga di tingkat konsumen tidak mengalami lonjakan. Kondisi tersebut sangat penting terutama menjelang hari besar keagamaan atau saat terjadi gejolak harga.
Intervensi Langsung Dilakukan di Titik-Titik Strategis
Intervensi langsung kepada masyarakat dilakukan melalui pemilihan lokasi yang strategis. Tempat-tempat seperti halaman kantor kecamatan, desa, kelurahan, atau lapangan terbuka dipilih agar mudah diakses oleh warga. Dengan demikian, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga murah.
Dukungan untuk Petani dan UMKM Juga Diberikan
Dukungan untuk petani dan UMKM juga disalurkan melalui program ini. Beberapa komoditas diambil langsung dari petani, gabungan kelompok tani (gapoktan), atau BUMD pangan seperti Bulog dan Agro Jabar. Dengan cara ini, petani dibantu untuk mendapatkan pasar yang lebih pasti, sementara konsumen dilayani dengan harga yang lebih bersahabat.
