BANDUNG – Pabrik Biskuit Olympia di Jalan Cibadak No. 234, Kota Bandung, masih dipertahankan operasionalnya hingga hampir satu abad sejak produksi pertama dimulai pada 1928. Pabrik ini diakui sebagai bagian dari warisan industri yang terus hidup di tengah gempuran modernisasi, Sabtu (25/7).

Generasi penerus pabrik, Liem Swie Hong, menyebutkan Olympia didirikan atas dasar peran masyarakat Tionghoa sebagai perantara dagang pada masa kolonial serta tingginya minat masyarakat Belanda terhadap biskuit. Nama “Olympia” dikaitkan dengan kata Olimpiade, yang diharapkan menjadi simbol kualitas terbaik dan jangkauan luas.

Sistem Produksi Terintegrasi Penuh

Pada masa kejayaannya, sistem produksi terintegrasi penuh diterapkan di pabrik ini, mulai dari pengolahan bahan baku, pembuatan kemasan kaleng, hingga perancangan mesin produksi secara mandiri. Kemampuan itu membuat Olympia tidak bergantung pada komponen luar negeri.

Olympia pernah menjadi pabrik yang terintegrasi penuh. Kami membuat kaleng sendiri, mengolah bahan baku, bahkan memproduksi mesin. Pada masa jayanya, karyawan mencapai sekitar 560 orang. Kini tantangan terbesar adalah fasilitas produksi yang sudah tua dan membutuhkan pembaruan,” ujar Liem Swie Hong.

Pegawai Tertua 44 Tahun Mengabdi

Salah satu pegawai tertua, Nono, yang telah mengabdi sejak 1980, menyaksikan perubahan panjang pabrik tersebut.

Saya mulai bekerja di Olympia sejak 1980. Banyak perubahan yang saya saksikan, tetapi saya bersyukur Olympia masih tetap bertahan hingga sekarang,” kata Nono.

Warisan yang Terus Hidup

Meskipun berbagai peristiwa bersejarah seperti Bandung Lautan Api dan pergolakan sosial politik nasional turut dihadapi, Olympia pernah mempekerjakan sekitar 560 karyawan dan dinilai turut menggerakkan perekonomian kota.

Keberadaan pabrik ini tidak hanya dipertahankan sebagai tempat produksi biskuit, tetapi juga sebagai simbol ketahanan industri lokal yang melewati berbagai dinamika zaman. Pembaruan fasilitas produksi terus diupayakan agar pabrik legendaris ini dapat berkembang tanpa meninggalkan nilai sejarah yang melekat selama puluhan tahun.