BANDUNG – Transformasi digital pariwisata Kota Bandung terus dipercepat melalui integrasi pembayaran nontunai di sektor transportasi publik. Bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tarif khusus Rp81 diberlakukan untuk bus wisata Bandung Tour on Bus (Bandros) selama 16–17 Agustus 2026 sebagai bagian dari uji coba ekosistem pembayaran digital.
Kota Bandung mencatat 24,25 juta kunjungan wisatawan nusantara sepanjang 2025, menurut BPS. Adopsi pembayaran digital di Jawa Barat juga menunjukkan akselerasi signifikan dengan volume transaksi QRIS terbesar di Indonesia, mencapai Rp163,74 triliun hingga Mei 2026.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Naniek Sekarningsih, menekankan pentingnya pembayaran digital dalam aktivitas wisata.
“Dengan tarif spesial Rp81 melalui QRIS, masyarakat tidak hanya diajak menikmati perjalanan wisata dengan Bandros, tetapi juga merasakan langsung kemudahan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari,” kata Naniek, Kamis (13/8).
Integrasi Lintas Sektor dan Edukasi Publik
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menjelaskan layanan Bandros dijalankan di beberapa simpul utama seperti Shelter Alun-Alun, Shelter Jl. Diponegoro, dan Shelter Braga.
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan pembayaran digital melalui QRIS dalam layanan transportasi publik Bandros,” ujar Rasdian.
Strategi ini dirancang sebagai pintu masuk edukasi transaksi digital dengan kriteria CeMuMuAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal).
Keamanan Transaksi dan Literasi Digital
Naniek mengingatkan pentingnya kewaspadaan siber di tengah pesatnya digitalisasi.
“Melalui kampanye ‘Kalau Ragu, Stop Dulu’, Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru mengklik tautan, melakukan transfer, maupun membagikan OTP atau informasi pribadi ketika menemukan transaksi yang meragukan,” ungkap Naniek.
Bank Indonesia berkomitmen memperluas akseptasi pembayaran digital melalui berbagai use case yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.