CIMAHI – Seorang wanita nyaris tewas tertabrak kereta feeder di perlintasan sebidang Jalan Cimahi, Kota Cimahi, pada Rabu (29/4), setelah nekat menerobos palang pintu yang sudah tertutup. Jarak antara tubuh wanita itu dengan kereta yang melaju kencang hanya terpaut kurang lebih satu detik.
Kejadian mencekam tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar luas. Dalam rekaman itu, terlihat seorang pemotor dengan santai menerobos palang pintu tepat sesaat sebelum kereta melintas. Tak berhenti di situ, tiga orang lainnya juga ikut menyeberang meskipun kereta sudah berada sangat dekat dengan perlintasan.
Namun, momen paling mengerikan terjadi ketika seorang wanita mencoba menyusul di detik-detik terakhir. Kereta feeder melaju tanpa henti, nyaris menyapu tubuh wanita tersebut. Hanya selisih hitungan detik yang menyelamatkannya dari kematian. Para saksi mata yang melihat kejadian itu langsung berteriak panik.

“Jaraknya sudah tidak lebih dari satu meteran. Kalau dia mundur setengah detik lebih lambat, pasti sudah terlindas,” ujar seorang warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut, namun enggan disebutkan namanya.
Insiden ini kembali menyoroti rendahnya kesadaran keselamatan pengguna jalan di perlintasan kereta api. Palang pintu yang sudah tertutup rapat, sirine peringatan yang berbunyi nyaring, serta klakson kereta yang terdengar dari kejauhan ternyata tidak cukup untuk menghentikan aksi nekat sejumlah warga.
Petugas jaga perlintasan setempat yang ditemui secara terpisah mengungkapkan bahwa perlintasan di Jalan Cimahi memang kerap menjadi langganan pelanggaran. “Setiap hari hampir selalu ada yang nekat. Padahal risiko fatal sudah sering kami ingatkan. Begitu terjadi kecelakaan, tidak ada yang bisa disesali lagi,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi dari pihak kepolisian maupun PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengenai adanya korban luka dalam insiden tersebut. Begitu pula dengan tindakan lanjutan yang akan diambil terhadap para pelanggar lalu lintas di perlintasan sebidang Cimindi.
Pemerintah kota bersama pengelola perkeretaapian kembali mengimbau masyarakat untuk selalu mendahulukan keselamatan di perlintasan sebidang. Berhenti sejenak, melihat kanan dan kiri, serta tidak memaksakan diri saat palang pintu sudah turun adalah kunci utama menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan.
“Keselamatan tidak bisa ditawar. Jangan korbankan nyawa hanya karena ingin cepat sampai tujuan,” demikian bunyi imbauan yang disampaikan secara berkala oleh pihak terkait.
