BANDUNG – Sebuah tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram meledak dengan dahsyat di kawasan pemukiman padat penduduk Jalan Cibodas Raya, RW 22, Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, pada Rabu (6/5/2026). Peristiwa tragis ini mengakibatkan satu orang mengalami luka bakar dan sedikitnya enam unit rumah ikut terdampak akibat sambaran ledakan serta kobaran api yang menyertainya.
Korban bernama Ibu Iim (nama disamarkan sesuai kode etik jurnalistik untuk perlindungan korban non-publik), seorang warga setempat, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Antapani dalam kondisi kritis untuk mendapatkan perawatan intensif sesaat setelah ledakan mengguncang kawasan tersebut. Tim medis di lokasi pertama melaporkan bahwa korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, diduga akibat terkena percikan api dan tekanan keras dari ledakan tabung gas.
Namun, setelah menjalani serangkaian penanganan awal di RS Hermina Antapani, tim dokter memutuskan untuk merujuk Ibu Iim ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Keputusan ini diambil mengingat kondisi luka bakar yang dialami korban tergolong cukup serius dan memerlukan perawatan lebih lanjut dengan fasilitas serta tenaga spesialis yang lebih lengkap. RSHS sendiri merupakan rumah sakit rujukan utama bagi wilayah Jawa Barat yang memiliki unit luka bakar khusus.
“Kondisi korban cukup memprihatinkan dengan persentase luka bakar yang signifikan. Kami memutuskan untuk merujuk ke RSHS agar korban mendapatkan penanganan yang lebih optimal,” ujar salah satu petugas medis di lokasi kejadian yang enggan disebutkan namanya.
Tidak butuh waktu lama, sebuah tim gabungan dari berbagai instansi langsung dikerahkan ke lokasi kejadian pasca-ledakan untuk melakukan evakuasi, penanganan darurat, serta penyelidikan awal. Tim tersebut terdiri atas personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polrestabes Bandung, tim Pemadam Kebakaran (Pamat) Polrestabes Bandung, serta jajaran Polsek Antapani yang langsung mengamankan lokasi.
Selain itu, pemerintah kelurahan dan kecamatan juga turun tangan dengan mengirimkan Lurah Antapani Tengah dan Camat Antapani. Unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) turut hadir melalui Babinsa, sementara Bhabinkamtibmas dari kepolisian juga ikut serta dalam proses evakuasi dan pengamanan lokasi. Tenaga medis dari Puskesmas Antapani Tengah dan Palang Merah Indonesia (PMI) Antapani Tengah juga diterjunkan untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban dan warga yang mengalami guncangan psikologis.
Tak ketinggalan, para petugas keamanan lingkungan (Linmas) dan Ikatan Pemuda Swadaya Masyarakat (IPSM) Kelurahan Antapani Tengah bergotong royong membantu proses evakuasi serta mendata warga yang terdampak. Petugas kebersihan atau yang kerap disebut Gober (Golongan Bersih) Kelurahan Antapani Tengah juga dikerahkan untuk membersihkan puing-puing dan material sisa ledakan yang berserakan di jalan maupun halaman rumah warga.
Tim gabungan yang terdiri dari puluhan personel tersebut langsung melakukan serangkaian tindakan cepat. Olah tempat kejadian perkara (TKP) segera dilaksanakan untuk mengidentifikasi penyebab pasti ledakan, apakah murni karena kebocoran tabung gas, kelalaian penggunaan, faktor teknis seperti regulator yang rusak, atau kemungkinan penyebab lainnya. Evakuasi warga yang masih berada di dalam rumah terdampak juga dilakukan untuk mengantisipasi ledakan susulan atau potensi bahaya lain seperti kebakaran.
Selain itu, pendataan warga terdampak secara sistematis tengah berlangsung. Petugas mencatat nomor-nomor rumah yang mengalami kerusakan, tingkat kerusakan pada setiap bangunan, serta jumlah jiwa yang tinggal di dalam rumah-rumah tersebut. Data ini akan digunakan sebagai dasar pemberian bantuan darurat dari pemerintah kota maupun provinsi serta untuk keperluan asuransi jika diperlukan.
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden ini. Beberapa saksi mata di lokasi telah dimintai keterangan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian sebelum, saat, dan sesudah tabung gas meledak. Petugas juga mengamankan sisa-sisa tabung gas dan regulator untuk diuji lebih lanjut di laboratorium.
Warga sekitar diimbau untuk tetap tenang dan tidak mendekati lokasi TKP sebelum dinyatakan aman oleh petugas. Masyarakat juga diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan tabung gas elpiji, terutama dalam memeriksa selang, regulator, serta memastikan sirkulasi udara di dapur berjalan dengan baik agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Kami mengimbau seluruh warga untuk selalu mengecek kondisi tabung gas secara berkala. Jangan pernah memasang regulator yang sudah aus atau selang yang retak. Pastikan dapur memiliki ventilasi udara yang cukup,” ujar seorang petugas BPBD di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, Ibu Iim masih menjalani perawatan intensif di ruang luka bakar RSHS Bandung. Kondisinya dilaporkan mulai stabil meskipun masih dalam pengawasan ketat tim dokter. Sementara itu, enam unit rumah terdampak saat ini masih dalam proses perbaikan darurat. Warga yang kehilangan tempat tinggal sementara mengungsi ke rumah saudara atau tetangga terdekat sambil menunggu bantuan dari pemerintah kota.
