Cirebon – Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Pondok Buntet Pesantren secara resmi menetapkan KH Hasanuddin Kriyani sebagai Ketua Dewan Pembina/Dewan Sepuh YLPI Pondok Buntet Pesantren, yang selanjutnya menyandang amanah sebagai Sesepuh Pondok Buntet Pesantren.


Keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah yang dilandasi dengan istikharah oleh Dewan Pembina/Dewan Sepuh YLPI Pondok Buntet Pesantren.

Penetapan dilakukan pada 29 Juni 2026 M bertepatan dengan 13 Muharram 1448 H, sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam menentukan sosok yang dinilai memiliki kapasitas keilmuan, keteladanan, serta kebijaksanaan untuk mengemban amanah kepemimpinan moral dan spiritual di lingkungan Pondok Buntet Pesantren.


Pengumuman resmi disampaikan oleh KH Amiruddin Abkari pada Jumat, 10 Juli 2026 M atau 25 Muharram 1448 H, di hadapan keluarga besar Pondok Buntet Pesantren.


Dalam kesempatan tersebut, KH Amiruddin Abkari menegaskan bahwa keputusan ini lahir melalui proses musyawarah yang penuh kehati-hatian, disertai ikhtiar spiritual melalui istikharah, sehingga diharapkan menjadi keputusan terbaik demi menjaga kesinambungan nilai-nilai keilmuan, keagamaan, dan pengabdian yang selama ini menjadi ciri khas Pondok Buntet Pesantren.


Selain mengumumkan penetapan KH Hasanuddin Kriyani sebagai Sesepuh Pondok Buntet Pesantren, juga disampaikan adanya penguatan struktur Dewan Sepuh melalui penambahan dua anggota baru, yakni KH Ade Nasihul Umam dan KH Ahmad Syukri Said.


Adapun jajaran Dewan Sepuh YLPI Pondok Buntet Pesantren kini terdiri atas:
KH Ahmad Mursyidin
KH Amiruddin Abkari
KH Subkhi Mutaad
KH Tajuddin Zen
KH Aris Ni’matulloh
KH Ade Nasihul Umam
KH Ahmad Syukri Said


Penetapan ini diharapkan semakin memperkokoh peran Dewan Sepuh sebagai penjaga nilai, tradisi, dan arah perjuangan Pondok Buntet Pesantren dalam membina pendidikan Islam, dakwah, serta pengabdian kepada umat dan bangsa.


Dengan amanah baru yang diemban KH Hasanuddin Kriyani, Pondok Buntet Pesantren diharapkan terus menjadi pusat pendidikan Islam yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan warisan nilai-nilai luhur para masyayikh pendahulu.