MAJALAYA – “Stop salahkan warga soal banjir di Kabupaten Bandung. Semua salah pemerintah!”
Seruan keras itu dilontarkan warga Majalaya sebagai bentuk kekecewaan terhadap penanganan banjir yang dinilai tidak pernah tuntas, Selasa (14/4/2026).
Selama ini, warga kerap disalahkan sebagai penyebab banjir akibat perilaku membuang sampah sembarangan. Namun, kali ini warga Majalaya dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan justru menunjuk pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.
“Stop salahkan warga soal banjir di Kab. Bandung. Semua salah pemerintah tidak membuat regulasi dan mitigasi yang efektif!” demikian bunyi seruan yang beredar luas di masyarakat.
Dalam pernyataannya, warga juga menyebut diri mereka sebagai korban sekaligus pahlawan. Mereka dinilai berjuang mati-matian menyelamatkan rumah agar tidak terendam dan tidak terampas oleh bencana yang seharusnya bisa dicegah sejak dini.
“Siapa? Tentu Warga!!!! Yang jadi korban sekaligus pahlawan tentu warga! Untuk rumah mereka agar tidak terendam, tidak terampas bencana!” tegas seruan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Bandung belum memberikan respons resmi terkait seruan pedas yang dilontarkan warganya. Belum ada pernyataan tertulis maupun lisan dari pihak eksekutif menanggapi tudingan bahwa kegagalan mitigasi menjadi akar persoalan banjir.
Sebelumnya, berbagai pihak termasuk DPRD dan BPBD Kabupaten Bandung telah menyatakan bahwa banjir di wilayah selatan Bandung, seperti Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang, disebabkan oleh kombinasi faktor curah hujan tinggi, luapan sungai, serta minimnya infrastruktur drainase yang memadai.
Para pengamat kebijakan publik menilai bahwa pernyataan warga Majalaya tersebut mencerminkan tingginya tingkat kekecewaan masyarakat yang merasa tidak dilibatkan dalam proses mitigasi bencana. Mereka mendorong pemerintah daerah untuk lebih transparan dalam merumuskan kebijakan pengendalian banjir yang berpihak pada keselamatan warga.
“Jangan biarkan warga terus menjadi korban setiap tahun tanpa solusi nyata. Pemerintah harus bertanggung jawab,” ujar salah satu pengamat yang enggan disebut namanya.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret Pemkab Bandung. Apakah seruan ini akan berbuah kebijakan nyata, atau sekadar bergema tanpa tindak lanjut? Warga Majalaya, seperti ribuan warga Bandung selatan lainnya, sudah lelah menjadi korban setiap musim hujan tiba.
- Apakah seruan ini akan berbuah kebijakan nyata
- Baleendah
- Bojongsoang
- di Kabupaten Bandung
- dinilai tidak pernah tuntas
- faktor curah hujan tinggi
- kekecewaan terhadap penanganan banjir
- luapan sungai
- regulasi dan mitigasi
- salahkan warga soal banjir
- sekadar bergema tanpa tindak lanjut
- Semua salah pemerintah
- seperti Dayeuhkolot
- serta minimnya infrastruktur drainase
- wilayah selatan Bandung
