SOREANG – Sejumlah warga Kampung Sirnagalih, Desa Sukanagara, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, menyatakan keberatan terhadap rencana pembangunan menara BTS oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), Rabu (1/7). Keberatan disampaikan karena sejumlah persoalan dinilai masih perlu diklarifikasi, mencakup dugaan dampak ekonomi, aspek keselamatan, hingga proses musyawarah dan perizinan yang disebut belum melibatkan seluruh warga terdampak.
Warga pemilik lahan yang berbatasan langsung dengan lokasi proyek mengkhawatirkan keberadaan tower setinggi 55 meter itu dapat menurunkan nilai jual tanah dan properti di sekitarnya. Radius potensi dampak disebut mencapai 1,5 kali tinggi menara atau sekitar 82,5 meter.
Proses pengumpulan persetujuan pembangunan juga dipertanyakan. Warga menilai mekanisme tersebut belum melibatkan seluruh pemilik lahan yang berbatasan langsung dengan lokasi proyek.
Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi resmi dari PT Protelindo, pihak RT, RW, Desa Sukanagara, maupun instansi pemerintah terkait belum diperoleh. Status perizinan, termasuk Keterangan Rencana Kota (KRK), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta dokumen pendukung lainnya, masih ditelusuri.
Redaksi telah menjadwalkan konfirmasi kepada perusahaan maupun vendor yang menangani proyek tersebut. Berita ini merupakan laporan awal yang bersumber dari keterangan salah satu warga yang mengaku terdampak langsung.