BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerjunkan 184 petugas untuk memeriksa kesehatan dan kelayakan hewan kurban di seluruh wilayah Kota Bandung. Tim pemeriksa ini akan bekerja tanpa henti mulai Senin (11/5/) hingga hari terakhir tasyrik, menyisir 30 kecamatan dan 151 kelurahan.
Pelepasan tim pemeriksa hewan kurban dilakukan secara resmi oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di Plaza Balai Kota Bandung. Petugas akan melakukan pemeriksaan sebelum penyembelihan (antemortem) maupun setelah penyembelihan ( postmortem ).
“Alhamdulillah hari ini kita sudah melepas tim antemortem dan postmortem untuk penanganan hewan-hewan kurban. Kita akan mengawasi semua tempat penjualan dan tempat penyembelihan, memastikan hewan kurban kita sehat dan layak,” ujar Farhan.
Dari 184 petugas yang dikerahkan, 145 personel berasal dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung. Sisanya didukung oleh Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat, Universitas Padjadjaran, serta Telkom University. Untuk pemeriksaan postmortem, jumlah petugas akan lebih banyak karena dilakukan secara bersamaan saat proses penyembelihan berlangsung.
“Para petugas ini akan terus bergerak setiap hari sampai tasyrik. Tidak ada istirahat, semua untuk memastikan hewan yang dikurbankan benar-benar sehat dan layak,” kata Farhan.
Vaksin PMK Wajib bagi Seluruh Hewan Kurban
Farhan menegaskan bahwa seluruh hewan kurban yang masuk ke Kota Bandung wajib telah divaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Upaya pencegahan telah dilakukan jauh hari melalui edukasi dan pemeriksaan terhadap peternak.
“PMK ini sudah pernah terjadi dua tahun lalu, jadi sekarang para peternak sudah paham. Semua hewan yang masuk harus divaksin dan dibuktikan dengan surat kesehatan,” jelasnya.
Hewan yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan langsung dikembalikan ke peternak dan tidak diperbolehkan dijual. Selain itu, penjualan hewan kurban juga wajib mematuhi aturan lokasi, seperti tidak menggunakan trotoar dan berada di lahan yang layak.
Lonjakan Jumlah Hewan Kurban
Pemkot Bandung memperkirakan terjadi peningkatan jumlah hewan kurban pada tahun ini. Pada 2025 tercatat sekitar 18.640 ekor, sementara tahun ini disiapkan hingga 25.000 ekor sebagai langkah antisipasi. Menurut Farhan, data tersebut juga menjadi indikator penting dalam melihat kondisi perekonomian masyarakat.
“Ini kami laporkan juga ke BPS sebagai indikator sekunder kondisi ekonomi di Kota Bandung,” ujarnya.
Aplikasi e-Selamat dan Sapi Bantuan Presiden
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menjelaskan bahwa tim pemeriksa akan bergerak mulai hari ini hingga H-1 Iduladha untuk pemeriksaan antemortem, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan postmortem pada hari H hingga hari tasyrik.
Setiap hewan yang lolos pemeriksaan akan diberi penanda berupa “kalung sehat dan layak” yang terintegrasi dengan aplikasi e-Selamat.
“Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk mengecek kondisi hewan kurban. Di dalamnya terdapat identitas dan foto hewan, sehingga transparan dan bisa dipastikan kesehatannya,” ujar Gin Gin.
Aplikasi tersebut telah dikembangkan selama hampir lima tahun sebagai terobosan Pemkot Bandung dalam menjamin keamanan pangan asal hewan.
Selain pemeriksaan, Pemkot Bandung juga telah menyiapkan pelatihan pemotongan halal bagi 400 perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di seluruh kecamatan. Program yang telah berjalan hampir satu dekade ini bertujuan memastikan proses penyembelihan sesuai syariat dan standar kesehatan.
Pemkot Bandung juga menyiapkan rumah potong hewan sebagai alternatif lokasi penyembelihan, serta memastikan pengawasan distribusi hewan kurban berjalan optimal.
Tahun ini, Kota Bandung kembali dipercaya menjadi lokasi pembelian sapi bantuan presiden. Dua ekor sapi dengan berat masing-masing sekitar 1,25 ton telah dipesan untuk disalurkan di wilayah Kota Bandung.