BANDUNG BARAT – Yayasan Pramaguna Nasional masih mendalami hasil audit internal terhadap program SPPG Pangauban di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Hingga Jumat (17/4), belum ada pernyataan resmi mengenai indikasi penyelewengan anggaran atau sanksi.
Anggota tim audit yayasan, Anisa, mengaku belum berwenang menyampaikan temuan karena masih menunggu kajian internal.
“Saya tidak berwenang untuk menyampaikan terkait sanksi atau indikasi. Nanti akan disampaikan oleh pihak yang berkompeten,” ujarnya.

Audit mencakup pemeriksaan laporan keuangan, tata kelola, serta data sekolah penerima manfaat di tiga dapur SPPG, yaitu Dapur 1, 2, dan 3.
Lisda, mitra SPPG Bandung Barat, membenarkan bahwa audit telah dilakukan. “Hasilnya nanti akan kami sampaikan setelah proses peninjauan lebih lanjut selesai,” katanya.
Ketua Mitra SPPG Pangauban mengakui seluruh berkas dan persyaratan telah diupayakan maksimal. Namun, ia mendengar adanya indikasi temuan dan kemungkinan audit lanjutan.
“Sepertinya ada temuan, tapi kami belum berani memastikan,” ungkapnya.
Pihak mitra berharap operasional SPPG ke depan dapat kembali berjalan normal tanpa kendala.
- 2
- Anggota tim audit yayasan
- Anisa
- Audit
- audit internal terhadap program SPPG Pangauban di Batujajar
- dan 3
- disampaikan oleh pihak yang berkompeten
- kabupaten bandung barat
- Lisda
- menunggu kajian internal
- mitra SPPG Bandung Barat
- pemeriksaan laporan keuangan
- serta data sekolah penerima manfaat di tiga dapur SPPG
- SPPG Pangauban Masih Didalami
- tata kelola
- yaitu Dapur 1
- Yayasan Pramaguna Nasional