LEMBANG – Rekayasa lalu lintas disiapkan oleh pihak kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan di kawasan Lembang menjelang libur panjang Idul Adha, Selasa (26/5).
Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional setelah periode Idul Adha. Hal tersebut disampaikan oleh KBO Satlantas Polres Cimahi, Bayu. Langkah ini dilakukan karena pada hari raya masyarakat diperkirakan masih berada di rumah masing-masing, sementara arus wisata diprediksi meningkat setelahnya.
“Kami akan melihat kondisi di lapangan secara situasional. Jika ada titik yang padat, nanti akan dilakukan CB One Way sepenggal,” ujarnya.
Rekayasa lalu lintas diprioritaskan di jalur-jalur wisata utama di kawasan Lembang. Jalur tersebut meliputi Jalan Kolonel Masturi, Jalan Setiabudi, hingga jalur menuju kawasan wisata lainnya yang kerap dipadati kendaraan saat musim liburan.
Kesiapan jalur wisata dan sejumlah objek wisata di Lembang menjelang libur panjang telah ditinjau langsung oleh pemerintah daerah. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.
“Hari ini saya meninjau langsung kesiapan di lapangan, termasuk jalur-jalur menuju kawasan wisata di Lembang. Saya juga berkoordinasi dengan pihak Polres terkait kesiapan pengamanan dan rekayasa lalu lintas karena diprediksi akan sangat padat,” ujarnya.
Koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Perhubungan dan Satpol PP. Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan selama berlibur di Bandung Barat.
Lonjakan wisatawan kemungkinan besar akan terjadi karena periode libur Idul Adha tahun ini disebut cukup panjang dan berdekatan dengan akhir pekan.
“Prediksi saya akan ada peningkatan pengunjung. Harapannya tentu ini baik untuk Bandung Barat karena banyak destinasi favorit wisatawan ada di sini. Tapi jalur menuju lokasi wisata juga harus dipastikan aman dan nyaman,” katanya.
Dari hasil pemantauan di sejumlah objek wisata, pengelola disebut mulai menambah personel untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung. Beberapa tempat wisata juga menyiapkan rekayasa arus kendaraan di area pintu masuk dan keluar.
Selain kepadatan lalu lintas, potensi bencana di jalur wisata juga diwaspadai oleh pemerintah daerah. Longsor yang sempat terjadi di beberapa titik wilayah Bandung Barat menjadi perhatian khusus.
Dinas terkait telah diperintahkan oleh Bupati untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan guna memantau kondisi wilayah rawan bencana.
“Ada beberapa titik longsor yang menjadi perhatian kami. Saya sudah meminta dinas terkait untuk terus memantau dan berkoordinasi agar bisa mengantisipasi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Terkait adanya laporan satu keluarga yang mengungsi akibat longsor di Kampung Andir, Bupati mengaku belum menerima laporan detail dan akan segera melakukan pengecekan lebih lanjut.
Kondisi cuaca diharapkan tetap mendukung sehingga masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman dan tenang.
