BANDUNG BARAT – Tangis haru keluarga pecah membasahi lokasi pelepasan puluhan calon jamaah haji asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci, Kamis (14/5/2026). Sebanyak 89 jamaah .
Tangis sesenggukan tak terbendung dari para keluarga yang harus melepas ayah, ibu, kakek, nenek, maupun saudara mereka yang akan menunaikan rukun Islam kelima itu.
“Melepas orang tua yang sudah sepuh ke Tanah Suci memang campur aduk. Ada rasa bangga, haru, sekaligus khawatir.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat, Enjah Sugiarto, mengungkapkan bahwa dari total 107 calon jamaah yang sudah melunasi biaya haji tahun ini, hanya 89 orang yang benar-benar berangkat.
“Yang sudah melunasi di Bandung Barat totalnya 107 orang, tetapi yang akan berangkat hanya 89 orang. Ada enam orang yang memilih menunda keberangkatan karena dua alasan utama, pertama alasan kesehatan, kedua alasan mahram,” jelas Enjah.
Ia menambahkan, jamaah tertua asal Bandung Barat yang diberangkatkan pada musim haji tahun ini berusia 86 tahun, sementara jamaah termuda masih berusia 25 tahun.
“Kami terus memantau kondisi kesehatan jamaah lansia. Mereka mendapatkan pendampingan ekstra karena risiko kelelahan dan dehidrasi sangat tinggi di Arab Saudi,” ujar Enjah.
Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat juga terus mengingatkan seluruh jamaah agar menjaga kondisi fisik sejak dari rumah. Pola makan sehat, konsumsi air putih yang cukup, serta istirahat teratur menjadi kunci utama agar tubuh tetap prima selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Jamaah diminta tidak memaksakan diri saat mengikuti rangkaian ibadah puncak seperti wukuf di Padang Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina. Cuaca panas yang mencapai 40 derajat Celsius lebih juga menjadi tantangan serius yang harus diantisipasi.
Selama di Tanah Suci, mereka akan menjalani serangkaian ibadah mulai dari umrah wajib, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga tawaf dan sai yang menjadi puncak rangkaian ibadah haji.
Mereka berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan kelancaran ibadah, keselamatan selama perjalanan, serta kemampuan kembali ke tanah air dengan selamat menyandang predikat haji yang mabrur.
“Semoga semuanya diberi kekuatan, ibadahnya lancar, dan kembali dengan selamat. Kami akan terus mendoakan dari sini sampai mereka pulang nanti,” tutup seorang kerabat jamaah sambil terus menyeka air mata yang tak henti mengalir.
