BANDUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung membuka kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kasus Influenza A di lingkungan sekolah terus meningkat. Kebijakan PJJ akan diterapkan berdasarkan hasil evaluasi bersama Dinas Kesehatan, terutama mempertimbangkan tingkat risiko penyebaran di masing-masing wilayah atau satuan pendidikan.
“Jika nanti banyak laporan kasus Influenza A, tentu sudah dipikirkan. Kami akan mengevaluasi dan melaporkan kepada Bapak Wali Kota untuk arahan selanjutnya,” ujar Kepala Disdik Kota Bandung, Kamis (1/10).
Menurutnya, PJJ sangat dimungkinkan apabila kondisi di lapangan menunjukkan peningkatan kasus signifikan. Namun, hingga saat ini kegiatan belajar mengajar masih dilaksanakan secara tatap muka.
“PJJ sangat dimungkinkan, namun keputusannya berdasarkan hasil evaluasi bersama Dinas Kesehatan untuk menentukan tingkat zona risikonya. Sampai saat ini, pembelajaran tetap dilaksanakan secara tatap muka langsung,” katanya.
Pencegahan dan Surat Edaran
Disdik Bandung mengutamakan langkah pencegahan bagi warga sekolah yang telah menunjukkan gejala flu, meskipun belum tergolong berat.
“Diutamakan bagi warga sekolah yang sudah menunjukkan gejala flu, meskipun belum berat. Itu sudah menjadi panduan kami,” ucapnya.
Disdik terus memantau perkembangan situasi sejak munculnya informasi kasus Influenza A di Kota Bandung. Koordinasi dilakukan dengan para kepala sekolah untuk memastikan langkah antisipasi dapat diterapkan. Surat edaran juga telah diterbitkan, memuat panduan penanganan dan koordinasi apabila ditemukan kasus Influenza A.
“Jika di satu sekolah persentase kasusnya sudah tinggi, kepala sekolah berwenang mengambil kebijakan PJJ,” tandasnya.