BANDUNG – Perbaikan darurat terhadap jembatan penghubung di RT 05 RW 13 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, telah dilakukan menyusul laporan warga mengenai kondisi struktur yang membahayakan, Kamis (30/7). Pemerintah Kota Bandung juga mulai mengkaji opsi pembangunan jembatan baru di lokasi alternatif.

Kondisi jembatan dinyatakan masih aman digunakan setelah retakan pada pondasi ditangani dengan metode injeksi (grouting). Namun, masih ditemukan sejumlah persoalan, seperti lebar jembatan yang sempit, reling pengaman yang kurang memadai, dan getaran yang dirasakan saat banyak orang melintas secara bersamaan.

Perbaikan Darurat dan Kajian Jembatan Baru

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, meninjau lokasi bersama jajaran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).

Alhamdulillah, jembatan ini sudah diperbaiki. Struktur utamanya masih kuat sehingga tidak perlu dibongkar. Sekarang perhatian kami adalah meningkatkan keamanan pengguna melalui penambahan reling dan fasilitas pengaman lainnya,” ujar Erwin.

Usulan warga untuk pembangunan jembatan baru akan diupayakan masuk dalam pembahasan anggaran, baik melalui perubahan anggaran maupun APBD tahun berikutnya.

Warga Minta Solusi Jangka Panjang

Dalam dialog dengan warga, Erwin menerima masukan bahwa jembatan semakin berisiko saat musim hujan karena peningkatan debit air sungai. Warga berharap solusi jangka panjang dihadirkan, bukan sekadar perbaikan sementara.

Menanggapi hal itu, DSDABM diminta segera menyusun usulan teknis, termasuk penambahan reling pengaman dan peningkatan fasilitas keselamatan pada jembatan eksisting, sembari mematangkan rencana pembangunan jembatan baru.

Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Infrastruktur akses utama warga harus dipastikan aman dan layak. Selain perbaikan yang sudah berjalan, kami siapkan solusi jangka panjang agar masyarakat beraktivitas lebih nyaman dan aman,” tutur Erwin.