Bandung – Transformasi digital dan AI menjadi pondasi utama perubahan cara kerja dan layanan publik di tengah tuntutan masyarakat yang semakin cepat dan kompleks. Melalui pemanfaatan AI proses kerja beralih dari pola manual dan reaktif menuju sistem yang berbasis data prediktif dan proaktif. Namun transformasi ini tidak dapat berjalan sendiri butuh dukungan SDM yang mumpuni tata kelola yang aman kuat serta etika agar manfaat teknologi dapat optimal dan berkelanjutan.
Webinar Sandikamimania Series 68 Deepfake dan AI 2026 Ancaman Baru Bagi Masyarakat Digital yang dibuka oleh Kadiskominfo Jabar, Adi Komar ini juga menyoroti ancaman nyata deepfake, pencemaran nama baik, hingga disinformasi berskala besar yang mengancam kepercayaan publik. Turut hadir sebagai narasumber Jodie Prasetyo dari bssnri dan Nazar Firman Pratama Praktisi Keamanan Informasi membahas tantangan teknis regulasi dan SDM sekaligus pentingnya literasi digital sebagai benteng awal menghadapi risiko deepfake di ruang digital. Wargi mari kita selalu tingkatkan kewaspadaan dan literasi digital dengan pahami dan sebarkan informasi yang benar agar ruang digital kita tetap aman dan terpercaya