BANDUNG, – Di balik stigma sebagai hewan menakutkan dan berbahaya, reptil memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Melalui berbagai kegiatan edukasi, Komunitas Reptil Bandung mengajak masyarakat mengenal reptil lebih dekat agar tumbuh pemahaman dan kepedulian terhadap keberadaannya, Minggu (2/8).
Staf Humas Komunitas Reptil Bandung, Firman, menyatakan komunitas ini bergerak di bidang sosial dan edukasi untuk memberikan pemahaman mengenai reptil yang masih kerap dikaitkan dengan mitos dan stigma negatif.
“Reptil memiliki peran penting dalam ekosistem. Salah satunya sebagai predator alami hewan pengerat, seperti tikus. Masyarakat perlu memahami keberadaan dan peran reptil di lingkungan,” ujar Firman.
Gathering dan Edukasi ke Sekolah
Komunitas Reptil Bandung mengadakan gathering rutin serta memberikan edukasi kepada sekolah dan berbagai komunitas. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal berbagai jenis reptil secara lebih dekat sekaligus memperoleh informasi cara berinteraksi dengan reptil secara aman.
Firman menuturkan edukasi mengenai reptil penting agar masyarakat tidak sembarangan bertindak ketika menemukan reptil di lingkungan sekitar. Ia pernah mengalami kejadian seorang anak memegang ular berbisa tanpa mengetahuinya.
“Pengalaman itu cukup membuat kami terkejut. Dari situ terlihat bahwa edukasi mengenai reptil memang penting agar masyarakat tidak asal memegang hewan yang ditemui,” katanya.
Tidak Semua Ular Berbisa
Anggota Komunitas Reptil Bandung, Raisya Nurhaliza, menambahkan masih banyak masyarakat yang belum memahami karakteristik dan jenis reptil. Salah satu anggapan yang kerap ditemui adalah semua ular berbisa dan membahayakan, sehingga masyarakat memilih langsung membunuhnya.
“Tidak semua ular berbisa. Ketika menemukan ular di lingkungan sekitar, masyarakat perlu memahami jenisnya terlebih dahulu dan tidak langsung mengambil tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun hewan tersebut,” ujar Raisya.
Menurut Raisya, kemunculan reptil di kawasan permukiman juga dapat berkaitan dengan perubahan atau kerusakan habitat. Reptil merupakan bagian dari ekosistem yang perlu dijaga keberadaannya.
Kenal dan Peduli
Melalui slogan “Kenal dan Peduli“, Komunitas Reptil Bandung berupaya membangun pemahaman bahwa mengenal reptil adalah langkah awal menumbuhkan kepedulian. Ke depan, komunitas ini berharap dapat terus berkembang dan memperluas jangkauan edukasi agar masyarakat memandang reptil secara lebih bijak dan turut menjaga keberlangsungan ekosistem.