KOTA BANDUNG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung memperluas program padat karya sepanjang 2025 dengan target menyerap 4.600 warga yang akan ditempatkan di 92 titik lokasi di berbagai wilayah, Senin (6/4).

Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menyatakan bahwa program ini merupakan strategi membuka lapangan kerja sementara bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan sekaligus membantu perekonomian mereka.

“Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini antara lain meningkatkan perluasan kesempatan kerja, memberdayakan warga masyarakat yang tidak bekerja, memberikan penghasilan kepada warga yang menganggur, serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujar Yayan.

Ia menjelaskan, cakupan program padat karya terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2023, program ini menyasar 1.840 orang di 46 titik lokasi. Jumlah tersebut naik pada 2024 menjadi 4.450 orang di 89 titik lokasi.

Selain penyerapan tenaga kerja, program padat karya juga mencakup kegiatan pelatihan, termasuk pelatihan pengolahan sampah yang telah diikuti 654 orang sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

Program ini terbuka bagi warga ber-KTP Kota Bandung, baik disabilitas maupun non disabilitas, dengan rentang usia 17 hingga 50 tahun. Peserta diprioritaskan bagi masyarakat yang belum bekerja dan terdaftar dalam data sosial ekonomi nasional (DTSEN).

Dalam pelaksanaannya, kegiatan padat karya berlangsung selama 10 hari kerja dengan durasi 8 jam per hari. Peserta mendapatkan fasilitas makan siang dan snack, serta dipinjami peralatan kerja seperti cangkul dan perlengkapan lainnya.

Setelah menyelesaikan kegiatan, peserta menerima insentif atau upah kerja, serta mendapatkan perlindungan melalui kepesertaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Sebagai informasi, Disnaker juga memiliki rencana penyesuaian program yang mencakup 1.500 peserta di 30 titik lokasi.