KOTA BANDUNG – Perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini dinilai berpotensi menimbulkan kebakaran akibat korsleting listrik. Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di Balai Kota Bandung, Selasa (2/6/).

“Kondisi cuaca yang berubah-ubah membuat bangunan menjadi lebih rentan. Saat hujan kondisi menjadi lembap, kemudian ketika cuaca kembali kering, risiko korsleting meningkat dan dapat memicu kebakaran,” ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk memeriksa berkala instalasi listrik di rumah masing-masing. Imbauan tersebut terutama ditujukan bagi bangunan yang telah berusia tua. Langkah pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi.

Selain kebakaran, banjir juga disebut masih menjadi persoalan yang dihadapi oleh Kota Bandung, khususnya di kawasan selatan dan timur kota.

Wilayah seperti Rancabolang dan Cimindi disebut masih mengalami genangan ketika curah hujan tinggi dan debit Sungai Citarum meningkat.

Permasalahan banjir ditegaskan tidak dapat diselesaikan secara parsial. Hal tersebut dijelaskan oleh Farhan karena berkaitan dengan sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang melibatkan sejumlah daerah.

“Ketika Sungai Citarum meluap, dampaknya akan dirasakan juga oleh Kota Bandung. Karena itu penyelesaiannya harus dilakukan bersama-sama dengan Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi,” katanya.

Koordinasi lintas daerah terus diperkuat oleh Pemerintah Kota Bandung dalam upaya pengendalian banjir. Peningkatan infrastruktur drainase dan pengelolaan kawasan resapan air juga menjadi bagian dari upaya tersebut.

Masyarakat diharapkan turut berperan menjaga lingkungan. Larangan membuang sampah ke sungai serta menjaga saluran air tetap berfungsi dengan baik disampaikan oleh Farhan sebagai bagian dari peran serta warga.