BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya untuk mewujudkan kota yang ramah lansia. Komitmen tersebut disampaikan melalui berbagai program yang menjamin kesehatan, perlindungan sosial, ruang publik yang inklusif, serta kesempatan bagi para lanjut usia untuk tetap aktif berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandung, Asep Cucu Cahyadi, pada peringatan ke-30 Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). Kegiatan tersebut digelar di Markas Kodam III/Siliwangi, Sabtu (20/6).

Peringatan HLUN ke-30 ini diikuti oleh sekitar 800 lansia aktif dan produktif dari 30 kecamatan dan 151 kelurahan di Kota Bandung.

Asep mengatakan, usia tidak semata-mata tentang angka, melainkan kumpulan pengalaman, kebijaksanaan, dan jejak panjang perjalanan hidup yang menjadi sumber pembelajaran bagi generasi penerus.

“Ketika melihat para lanjut usia, sebenarnya kita sedang menyaksikan sebuah perpustakaan kehidupan yang masih terbuka. Di dalamnya tersimpan cerita perjuangan membangun keluarga, membesarkan generasi, menjaga persatuan serta menyaksikan berbagai perubahan zaman,” kata Asep.

Para lansia disebut sebagai generasi yang telah menanamkan nilai-nilai gotong royong, toleransi, kesantunan, dan cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut hingga kini menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional disebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial semata. Kegiatan ini harus menjadi momentum refleksi bersama untuk memastikan para lansia mendapatkan ruang yang layak dalam kehidupan sosial dan pembangunan kota.

“Kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari tingginya gedung, pesatnya teknologi atau besarnya investasi. Kota yang besar adalah kota yang tidak melupakan para sesepuhnya. Kota yang maju adalah kota yang menjadikan para lanjut usia sebagai bagian dari pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat pembangunan,” ujarnya.

Meningkatnya angka harapan hidup masyarakat disebut sebagai kabar baik yang harus diiringi dengan kebijakan yang mampu meningkatkan kualitas hidup lansia.

Pemkot Bandung ingin memastikan para lanjut usia dapat hidup sehat, bahagia, mandiri, aktif, produktif, dan tetap bermartabat.

Pentingnya membangun jembatan antar generasi juga diingatkan olehnya. Energi dan inovasi anak muda diharapkan dapat berpadu dengan pengalaman serta kebijaksanaan para lansia.

“Jangan sampai kita menjadi generasi yang cepat mencari informasi dari gawai tetapi lambat belajar dari pengalaman orang tua kita sendiri,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, mengungkapkan bahwa jumlah lansia di Kota Bandung terus mengalami peningkatan sekitar 5 persen setiap tahun. Berdasarkan data, dari sekitar 2,6 juta penduduk Kota Bandung, satu dari delapan warga merupakan lansia.

Kondisi tersebut menjadikan kesejahteraan lansia sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah yang membutuhkan dukungan lintas sektor.

“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan penghargaan atas kontribusi lansia dalam membangun bangsa, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran lansia serta menggalang kepedulian berbagai pihak untuk mendukung kesejahteraan mereka,” ujar Yorisa.

Saat ini, terdapat sekitar 91 ribu lansia yang masuk kelompok kesejahteraan rendah. Dari jumlah tersebut, sekitar 25 ribu telah menerima bantuan sosial, sementara sekitar 66 ribu lainnya masih membutuhkan perhatian dan dukungan.

Selain itu, terdapat sekitar 4.600 lansia yang hidup sendiri, 3.800 lansia terlantar, dan 301 lansia yang hidup sendiri sekaligus terlantar.

Pemkot Bandung terus berupaya memperkuat layanan bagi lansia melalui berbagai program, mulai dari bantuan alat kesehatan dan alat bantu gerak, penanganan lansia terlantar, reunifikasi keluarga, penyediaan rumah singgah, perlindungan jaminan sosial, hingga kegiatan pemberdayaan yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah.

Melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, media, dan masyarakat, Kota Bandung berharap dapat mewujudkan lingkungan yang semakin ramah untuk lansia.

“Harapan kita, Bandung menjadi kota ramah lansia, tempat para sesepuh dapat hidup bahagia, mandiri, aktif dan produktif. Lansia bagja, Bandung raharja,” tuturnya.