BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa libur sekolah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengaktifkan kembali siskamling dan ronda malam melalui program Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota di seluruh kelurahan dan kecamatan.

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya kasus kekerasan di kalangan pelajar selama masa libur sekolah. Selain itu, langkah ini juga dilakukan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, khususnya aksi begal.

“Kalau terkait keamanan, saat ini tingkat kekerasan di kalangan pelajar sedang meningkat karena masa libur sekolah. Karena itu, kami akan melakukan tindakan tegas yang disertai pembinaan,” ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di Balai Kota Bandung, Senin (22/6).

Penanganan terhadap pelajar yang terlibat tindakan kekerasan disebut tidak hanya dilakukan melalui penegakan aturan. Pendekatan pembinaan juga akan diberikan agar perilaku negatif tersebut tidak terus berulang.

Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan juga didorong oleh Pemkot Bandung. Penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan ronda malam menjadi bagian dari upaya tersebut.

“Untuk mengantisipasi begal, siskamling dan ronda melalui program ‘Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota’ akan terus diaktifkan di seluruh kelurahan dan kecamatan. Tanggung jawab mereka untuk memastikan wilayah yang dijaga tidak menjadi tempat yang leluasa bagi para pelaku begal,” kata Farhan.

Kehadiran warga dalam menjaga lingkungan dinilai menjadi salah satu langkah efektif untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Karena itu, seluruh wilayah di Kota Bandung diminta untuk kembali mengintensifkan kegiatan ronda dan pengawasan lingkungan.

Di samping penguatan keamanan lingkungan, penertiban terhadap sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpul pada malam hari juga akan dilakukan. Lokasi-lokasi tersebut terutama di kawasan yang memiliki nilai religius dan harus dijaga marwahnya.