BANDUNG – Di tengah pesatnya perkembangan belanja daring, Toko Buku Dahlan tetap berdiri kokoh sebagai salah satu toko buku legendaris di Kota Bandung. Berdiri sejak 1962, usaha keluarga ini terus bertahan dengan mengutamakan pelayanan dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Penerus Toko Buku Dahlan, Rifki Taufik, mengungkapkan toko ini bermula dari sebuah toko kecil yang dirintis oleh sang kakek, Ali Abdullah Dahlan. Nama Dahlan kemudian diwariskan sebagai identitas usaha keluarga yang telah bertahan lebih dari enam dekade.

Awalnya Toko Buku Dahlan dari toko kecil. Banyak konsumen yang meminta berbagai macam buku dan kitab, sehingga kami terus menyesuaikan kebutuhan mereka,” kata Rifki di Toko Buku Dahlan, Jalan Otto Iskandar Dinata No. 522, Kota Bandung, Rabu (8/7).

Konsistensi dan Adaptasi Jadi Kunci

Konsistensi menjadi kunci utama Toko Buku Dahlan bertahan hingga 2026. Promosi dari mulut ke mulut menjadi kekuatan utama sejak dahulu. Kini, strategi tersebut dipadukan dengan layanan digital, termasuk penjualan melalui WhatsApp dan pengiriman barang.

Dulu pelanggan datang karena saling merekomendasikan. Sekarang kami juga mulai melayani penjualan online. Terpenting tetap konsisten memenuhi kebutuhan konsumen,” ujarnya.

Lonjakan Pembeli Jelang Tahun Ajaran Baru

Menjelang tahun ajaran baru, aktivitas toko mulai meningkat. Rifki mengatakan lonjakan pembeli biasanya terjadi pada hari-hari terakhir sebelum sekolah dimulai.

Kalau puncaknya biasanya mepet masuk sekolah. Saat ramai, toko sampai penuh dan susah berjalan. Sekarang banyak pelanggan yang memesan lewat WhatsApp untuk dikirim,” jelasnya.

Unggulan Kitab Islam dan Diskon Harian

Selain perlengkapan sekolah seperti buku tulis dan alat tulis, Toko Buku Dahlan dikenal sebagai pusat penjualan kitab-kitab Islam, seperti Safinah, yang banyak dicari santri dan pelajar pesantren.

Menariknya, toko ini menerapkan potongan harga setiap hari. Besaran diskon disesuaikan dengan jumlah pembelian.

Diskon kami setiap hari ada. Semakin banyak belanja, potongannya semakin besar,” ungkap Rifki.

Di tengah perubahan zaman, Toko Buku Dahlan membuktikan usaha keluarga yang mengedepankan pelayanan, konsistensi, dan adaptasi tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Keberadaannya bukan hanya pusat kebutuhan buku, tetapi juga bagian dari sejarah panjang perkembangan literasi di Kota Bandung.