Cirebon – Badan Pusat Statistik (BPS) terus mengintensifkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai upaya memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi dunia usaha di Indonesia.

Kali ini, pendataan difokuskan pada para pelaku usaha yang masih aktif beroperasi di Pusat Grosir Cirebon (PGC), salah satu pusat perdagangan strategis di Kota Cirebon.


Kegiatan pendataan menyasar tenant yang masih beroperasi di lantai 2 dan lantai 3 PGC. Para petugas mendatangi setiap pelaku usaha secara langsung untuk melakukan wawancara dan menghimpun berbagai informasi yang menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi nasional.


Kepala Badan Pusat Statistik Kota Cirebon, Samiran, mengatakan bahwa PGC merupakan pusat perbelanjaan kedelapan yang menjadi lokasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Cirebon.


Menurutnya, proses pendataan berlangsung dengan lancar berkat dukungan para pelaku usaha yang bersikap kooperatif dan memberikan informasi secara terbuka kepada petugas sensus.


“Sebanyak lima tim diterjunkan. Masing-masing tim terdiri dari tiga petugas yang melakukan pendataan secara langsung kepada para pelaku usaha,” ujar Samiran.


Dalam pelaksanaannya, petugas menghimpun berbagai data penting, mulai dari besaran omzet usaha, biaya operasional, jumlah tenaga kerja, hingga profil dan karakteristik usaha yang dijalankan. Seluruh informasi tersebut menjadi bagian penting dalam memotret kondisi riil sektor usaha, khususnya perdagangan di Kota Cirebon.


Samiran menegaskan, data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi landasan strategis bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, sekaligus mendukung penyusunan program pemberdayaan pelaku usaha di masa mendatang.


Berdasarkan hasil pendataan sementara, aktivitas perdagangan di PGC masih menunjukkan daya tahan yang cukup baik. Saat ini tercatat sekitar 10 tenant masih aktif beroperasi di lantai 3, sementara di lantai 2 terdapat sekitar 50 tenant yang tetap menjalankan aktivitas usahanya.


Melalui Sensus Ekonomi 2026, BPS berharap tersedianya data yang akurat, mutakhir, dan terpercaya dapat menjadi fondasi dalam memperkuat perencanaan pembangunan ekonomi, meningkatkan daya saing sektor usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Cirebon maupun secara nasional.