CISARUA, BANDUNG BARAT – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan para pengungsi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, segera memiliki kepastian hunian sementara dalam waktu satu hingga dua hari ke depan. Hal ini untuk mempersingkat masa tinggal mereka di lokasi pengungsian.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa warga akan segera dipindahkan dari tenda pengungsian. “Kami tidak ingin masyarakat terlalu lama berada di pengungsian. Dalam satu sampai dua hari ini mereka akan dipindahkan,” ujarnya saat meninjau lokasi bencana, Rabu (28/1/2026).
Data Posko Bencana per Selasa (26/1) malam mencatat sebanyak 564 jiwa dari 186 kepala keluarga (KK) masih mengungsi di Aula dan GOR Desa Pasirlangu.
BNPB menyiapkan dua skema penempatan. Warga yang memilih tinggal dengan keluarga akan menerima dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per KK per bulan hingga rumah permanen siap. Sementara, bagi yang tidak memiliki alternatif, pemerintah akan membangun hunian sementara (huntara) dengan estimasi biaya Rp25–30 juta per unit.

Untuk solusi jangka panjang, pemerintah juga menyiapkan program relokasi dan pembangunan hunian permanen di lokasi yang lebih aman dengan bantuan stimulan sebesar Rp60 juta per unit rumah. Saat ini, tercatat 48 rumah rusak berat yang harus dibangun kembali, dengan kemungkinan penambahan jumlah setelah pendataan lanjutan.
Langkah percepatan ini diharapkan dapat memulihkan kehidupan warga terdampak serta memberikan kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan aman.