Kuningan — Wacana pembangunan infrastruktur transportasi di wilayah Kabupaten Kuningan mendapat dukungan dari Camat Jalaksana, Asikin, M.Si.

Tak hanya mendukung rencana pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah Kuningan, ia juga menyambut positif gagasan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Kuningan dengan Cirebon, Ciamis, hingga Tasikmalaya.


Dukungan tersebut disampaikan pada Minggu (11/10/2026). Menurut Asikin, pengembangan jaringan transportasi antardaerah menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas aksesibilitas masyarakat sekaligus mendorong kemajuan wilayah.


Ia menilai, apabila terealisasi, jalur kereta api tersebut berpotensi menghadirkan alternatif transportasi publik yang lebih efisien, terjangkau, dan mampu menunjang mobilitas masyarakat lintas kabupaten.


“Keberadaan jalur kereta api tentu bisa menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat. Selain mempermudah perjalanan antardaerah, fasilitas ini juga berpotensi mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi,” demikian pandangan yang disampaikan Asikin.


Menurutnya, konektivitas transportasi yang semakin baik tidak hanya memberikan kemudahan dalam perjalanan, tetapi juga dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan yang dilintasi.


Akses transportasi publik yang memadai dinilai dapat menunjang aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan untuk bekerja, menempuh pendidikan, menjalankan usaha, hingga mengakses berbagai layanan publik di daerah lain.


Selain itu, penggunaan kereta api sebagai moda transportasi massal berpotensi membantu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), terutama apabila mampu mengalihkan sebagian perjalanan yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi.


Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah


Bagi wilayah Kabupaten Kuningan, pengembangan transportasi yang terintegrasi dengan daerah sekitar dinilai memiliki arti penting. Konektivitas dengan Cirebon, Ciamis, dan Tasikmalaya berpotensi memperkuat hubungan ekonomi, sosial, serta aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.


Kehadiran jalur kereta api juga dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan transportasi bagi masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan potensi daerah, termasuk sektor perdagangan, pariwisata, dan jasa.


Meski demikian, realisasi pembangunan jalur kereta api tentu memerlukan kajian komprehensif, mulai dari aspek teknis, kebutuhan penumpang, pembiayaan, penentuan trase, hingga koordinasi lintas wilayah dan kebijakan pemerintah terkait.


Asikin berharap, wacana pengembangan infrastruktur transportasi di wilayah Kuningan dapat terus menjadi perhatian dan bahan kajian berbagai pihak demi kepentingan masyarakat luas.


Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak semata-mata berorientasi pada tersedianya jalan atau jalur transportasi baru, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi kemudahan mobilitas, efisiensi biaya perjalanan, maupun peningkatan aktivitas perekonomian.


Dengan konektivitas yang semakin baik, Kabupaten Kuningan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan memperkuat keterhubungannya dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi di wilayah Cirebon Raya hingga kawasan Priangan Timur.