KOTA BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meminta jajaran pejabat baru di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Instruksi itu disampaikan Farhan di tengah target nasional pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden.

Farhan menyebut, laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat saat ini berada di angka 5,85 persen. Menurutnya, capaian itu menjadi peluang bagi Bandung untuk tumbuh lebih cepat dengan mengoptimalkan sektor unggulan seperti pariwisata, perdagangan, dan industri.

Ia mengingatkan, sektor pariwisata pernah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp1,2 triliun. Kendati belum kembali ke angka tersebut, Farhan menilai tren pemulihan mulai terlihat.

“Saya minta para pejabat baru bekerja optimal untuk mendorong kebangkitan ekonomi,” ujar Farhan usai melantik 154 pejabat struktural dan fungsional di Balai Kota Bandung, Jumat (13/2/2025).

Meski optimistis, Farhan menyoroti tantangan distribusi kesejahteraan. Rasio ketimpangan atau gini ratio Kota Bandung memang turun dari 0,44 menjadi 0,42, namun ia menilai penurunan itu belum cukup.

Ia memproyeksikan, jika tren positif dipertahankan, rasio ketimpangan bisa mencapai 0,36 pada 2029, setara rata-rata nasional. Namun, ia mengingatkan adanya fenomena penurunan tingkat kesejahteraan di sebagian warga.

“Yang miskin semakin miskin, yang kaya semakin kaya. Ini yang harus kita jawab dengan kebijakan yang adil,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Farhan juga menyinggung rencana pembangunan Bus Rapid Transit (BRT). Menurutnya, proyek ini tidak sekadar modernisasi transportasi, tetapi juga mitigasi risiko ekonomi bagi pelaku usaha di koridor terdampak, seperti Jalan Ahmad Yani, Asia Afrika, Sudirman, hingga Pasar Baru.

Farhan menekankan, Pejabat Fungsional Pembina Industri memiliki peran strategis dalam merencanakan dan mengevaluasi pembinaan industri, termasuk mengantisipasi dampak kebijakan transportasi terhadap sektor perdagangan.

Ia meminta seluruh pejabat memperkuat sinergi dan menjaga kekompakan. “Badai pasti berlalu, asal kapal tidak menabrak karang. Kitalah kapalnya,” ucapnya.

Farhan mengajak para pejabat menjaga netralitas, integritas, dan loyalitas demi memastikan pertumbuhan ekonomi yang dikejar benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat luas.