KARAWANG, – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Dedi Prasetyo, menilai berbagai inovasi yang diterapkan Polda Jawa Barat dalam pengamanan arus mudik Lebaran 2026 layak menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Penilaian tersebut disampaikan saat dirinya meninjau langsung Pos Terpadu KM 57, Karawang, yang menjadi salah satu titik strategis pemantauan arus kendaraan, Sabtu (14/3/2026).

“Langkah-langkah yang diambil Polda Jawa Barat menunjukkan kesiapan dan kreativitas dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain dalam pelaksanaan Operasi Ketupat,” ujar Wakapolri.

Dalam peninjauannya, Wakapolri menyoroti lima inovasi unggulan yang dihadirkan Polda Jabar. Mulai dari pemasangan masif spanduk Call Center 110 di seluruh pos pengamanan dan pelayanan, hingga kehadiran Hotline Mudik Polda Jabar yang menyediakan informasi real-time seperti akses CCTV lalu lintas, lokasi posko, hingga ketersediaan BBM dan bengkel mobile.

Polda Jabar juga menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis bagi warga yang mudik, serta mendirikan pos-pos tematik di setiap polres untuk memberikan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Selain itu, program mudik gratis juga digelar untuk membantu masyarakat yang ingin pulang kampung.

Inovasi lain yang menarik perhatian adalah kehadiran Motor Senyum, yaitu tim bergerak yang bertugas mengurai kemacetan di jalur tol, arteri, dan kawasan wisata. Tim ini tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga memberikan layanan sosial seperti membagikan takjil, menyalurkan BBM darurat, serta mengantar montir bagi kendaraan yang mengalami kerusakan di jalan.

Wakapolri menegaskan bahwa strategi yang dilakukan Polda Jabar tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis kepada para pemudik.

Dengan rangkaian inovasi tersebut, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 1447 H di Jawa Barat dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.