Bandung – Polda Jawa Barat memusnahkan puluhan kilogram narkoba, ribuan botol minuman keras (miras), dan ribuan unit knalpot non-standar (brong) dalam kegiatan yang berlangsung di Mapolda Jabar, Rabu (18/2/). Pemusnahan ini merupakan hasil operasi penegakan hukum yang dilakukan jajaran Polda Jabar beberapa waktu terakhir.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Jabar Irjen Pol Dr. Rudi Setiawan, S.H., M.H., dan dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakapolda, Forkopimda Jabar, Ketua DPRD, Kajati Jabar, Asintel Kodam Siliwangi, Danlanal, Kakanwil Kemenkumham Jabar, serta para pejabat utama Polda Jabar dan jajaran kapolres se-Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Kapolda Jabar menyebut pemusnahan ini sebagai “investasi sosial yang luar biasa” untuk menanggulangi dampak negatif narkoba dan alkohol di masyarakat.

“Hari ini kita memusnahkan 28,9 kg narkoba, 60.999 botol miras, serta 4.599 knalpot non-standar (brong). Ini adalah investasi untuk menyelamatkan generasi, memutus rantai kerusakan sosial, mencegah potensi kejahatan, serta menciptakan ketenangan hidup masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, upaya ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan kriminalitas yang kerap dipicu hilangnya kesadaran akibat narkoba dan alkohol, seperti KDRT, perkelahian, konflik sosial, hingga gangguan ketertiban umum.

Dalam kesempatan tersebut, juga terjadi momen haru ketika pihak kepolisian mengembalikan sepeda motor dan mobil kepada pemilik sahnya yang sebelumnya menjadi barang bukti kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Hal ini disebut Kapolda sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Kapolda dan jajaran atas keberhasilan mengungkap dan menindak peredaran miras, narkoba, serta razia knalpot brong yang hari ini dimusnahkan.

Dedi juga menyoroti pentingnya mengubah perilaku publik di Jawa Barat. Menurutnya, pembangunan fisik seperti jalan, sekolah, infrastruktur, dan irigasi dapat dilakukan relatif cepat, namun tantangan terberat adalah mengubah perilaku sosial masyarakat. Terutama dalam menyikapi informasi, gaya hidup hedonis, serta sikap reaktif yang berpotensi merugikan orang lain.

“Kami mengapresiasi langkah Kapolda Jabar yang mendukung kegiatan ini demi kebaikan warga Jawa Barat ke depan. Ini bukan hanya penindakan, tapi upaya membangun peradaban sosial yang lebih sehat,” ungkapnya.

Kegiatan pemusnahan barang bukti ini menjadi simbol kebersamaan seluruh elemen daerah dalam menjaga ketertiban, melindungi generasi muda, serta mewujudkan Jawa Barat yang aman, tertib, dan berkarakter menuju Jabar Istimewa.