CIMAHI – Turnamen e-sport “Kapolres Cup Road to Kapolri Cup” digelar oleh Polres Cimahi di Gedung Pengabdian, Markas Polres Cimahi, Minggu (28/6/2026). Kompetisi gim Mobile Legends Bang Bang (MLBB) ini diikuti 26 tim untuk menjaring bakat muda sekaligus mempererat hubungan kepolisian dengan generasi muda.
Pendaftaran peserta telah dibuka sejak tiga minggu sebelum pelaksanaan. Polres Cimahi menjadi salah satu dari enam Polres dari total 23 di Polda Jabar yang berhasil merampungkan seleksi internal secara mandiri.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, berharap ajang ini dapat menjadi wadah eksplorasi potensi pemuda di bidang olahraga elektronik.
“Selain untuk menjaring bakat, kami juga berharap Polri dapat semakin solid, jaya, dan dicintai masyarakat,” ujarnya.
Menurut Niko, gim Mobile Legends kini tidak lagi sekadar hiburan, melainkan telah diakui sebagai cabang olahraga profesional.
Tim terbaik dari turnamen ini akan dikirim sebagai perwakilan Polres Cimahi ke tingkat Polda Jawa Barat. “Perwakilan dari 26 tim ini diharapkan bisa mengharumkan nama Polres Cimahi di tingkat Polda Jabar,” imbuhnya.
Acara ini turut disaksikan oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan. Menurutnya, e-sport merupakan cabang baru yang diperkenalkan Polri dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80.

Selain e-sport, kompetisi kreatif lain yang menyasar Gen Z juga digelar, seperti Stand Up Comedy, Lomba Konten Kreatif, dan Lomba Kreator Video AI.
“E-sport ini sangat diminati anak muda. Kemarin sudah dilaksanakan, dan saat ini kami bersama Polres Cimahi melaksanakannya,” ujar Hendra.
Sesuai jadwal, tim pemenang Polres Cimahi akan diberangkatkan ke Polda Jabar pada 11 Juli 2026. Tim yang lolos tingkat provinsi selanjutnya akan dikirim ke tingkat nasional memperebutkan Piala Kapolri.
“Hadiah di tingkat pusat mencapai Rp500 juta secara keseluruhan,” ungkapnya.
Polda Jabar optimistis potensi anak muda daerah tidak boleh dipandang sebelah mata, terlebih Indonesia memiliki prestasi impresif di ajang e-sport internasional.
“Kami tidak menutup kemungkinan dari daerah ada pemain andal. Tim final akan terus dibina untuk ajang lebih besar seperti PON,” pungkasnya.