Bandung – Sebanyak 40 peserta yang mayoritas ibu-ibu rumah tangga menyelesaikan pelatihan pastry selama 10 hari di Waroeng Babagi, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Senin (30/4/2026). Pelatihan ini ditutup langsung oleh perwakilan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bersama Fraksi PKS DPRD Kota Bandung.
Anwar, perwakilan pimpinan Disnaker Bandung, mengapresiasi ketekunan para peserta. Ia menyebutkan, para ibu berhasil membagi waktu antara mengikuti pelatihan dan menyelesaikan tugas rumah tangga.

“Kami patut bersyukur, ibu-ibu telah berjuang 10 hari mendapatkan ilmu. Setelah dibentuk di sini, jangan berhenti. Terus berlatih,” ujar Anwar dalam sambutannya.
Ia menambahkan, hasil karya peserta sesuai ekspektasi. Disnaker berharap keterampilan membuat kue ini bisa dikembangkan secara mandiri untuk membantu ekonomi keluarga.
Ketidakhadiran langsung pimpinan Disnaker, kata Anwar, karena sedang menyelesaikan 139 paket pelatihan lain di berbagai lokasi. Namun, ia menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap program berbasis aspirasi warga.
Program Usulan Warga, Dieksekusi Disnaker
H. Asep Mulyadi, politisi PKS yang menginisiasi usulan pelatihan ini, menjelaskan bahwa program berawal dari aspirasi warga saat masa reses.
“Warga minta pelatihan. ‘Coba bikin pelatihan, nanti bisa jualan, bisa bantu ekonomi keluarga’,” kata Asep menirukan permintaan warga.
Ia menekankan, meskipun DPRD mengusulkan, eksekutor program sepenuhnya adalah Disnaker. Asep mengaku mendorong Disnaker agar anggaran pelatihan tidak hanya untuk sarana fisik, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya bilang ke Disnaker, tidak cukup kantor bagus. Harus punya nilai manfaat buat masyarakat,” tegasnya.
Ketua panitia pelatihan Pastry menambahkan, penutupan hari ini menggabungkan dua titik kegiatan yang masing-masing berjumlah 40 peserta. Total 40 orang hadir dalam satu acara di Waroeng Babagi.
Turut hadir dalam penutupan, perwakilan Disnaker bidang Pemagangan dan Pelatihan, serta H. Asep Mulyadi sebagai penggagas aspirasi dan realisasi program.
Asep berharap, ilmu yang didapat selama pelatihan bisa mewujudkan keluarga yang sejahtera dan harmonis. Ia juga mengajak peserta bersyukur serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk terus belajar.
