KOTA BANDUNG – Perbaikan infrastruktur di Kota Bandung yang berjalan bertahap sepanjang satu tahun terakhir mulai menunjukkan hasil nyata. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap sektor ini mencapai 80,8 persen, sementara 92,78 persen jalan dalam kondisi mantap dan 61 dari 68 titik genangan berhasil ditangani.

Hasil survei yang dilakukan pada 23 Februari hingga 3 Maret 2026 mencatat angka kepuasan 80,8 persen. Capaian ini menjadi bukti bahwa berbagai upaya pemeliharaan jalan, peningkatan trotoar, serta penanganan genangan mulai dirasakan warga, meskipun sejumlah aspek di lapangan masih membutuhkan perhatian lebih.

Data Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung mengungkapkan bahwa tingkat kemantapan jalan pada 2025 mencapai 92,78 persen dari total panjang jalan yang disurvei sepanjang 984,4 kilometer. Dengan kata lain, sekitar 913,4 kilometer jalan berada dalam kondisi mantap, sementara sisanya masih memerlukan penanganan lanjutan di titik-titik prioritas.

Sepanjang periode tersebut, pemeliharaan jalan dilakukan melalui tiga skema pemeliharaan rutin sepanjang 137,44 kilometer, pemeliharaan berkala 37,23 kilometer, serta rehabilitasi jalan sepanjang 14,34 kilometer. Pendekatan bertahap ini difokuskan untuk menjaga kondisi jalan tetap layak sekaligus mencegah kerusakan yang lebih luas di kemudian hari.

Tidak hanya jalan, ruang pejalan kaki juga mendapat peningkatan signifikan. Hingga akhir 2025, persentase trotoar inklusif mencapai 66,87 persen dengan total panjang sekitar 217,5 kilometer. Pembangunan, rehabilitasi, serta pemeliharaan trotoar terus dilakukan agar lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengguna.

Pada aspek drainase, penanganan genangan menunjukkan perkembangan menggembirakan. Dari 68 titik genangan yang menjadi indikator pengukuran, 61 titik telah berhasil ditangani. Sementara itu, 7 titik lainnya masih dalam proses penanganan, terutama di kawasan dengan sistem drainase yang lebih kompleks dan kepadatan aktivitas tinggi.

Berbagai intervensi teknis telah dilakukan untuk mendukung capaian tersebut. Beberapa di antaranya adalah pembangunan kolam retensi dan rumah pompa, normalisasi sungai sepanjang 14,33 kilometer, serta pembangunan dan rehabilitasi drainase perkotaan. Seluruh upaya ini dijalankan secara bertahap menyesuaikan kondisi jaringan eksisting di lapangan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan infrastruktur yang sudah ada dapat berfungsi optimal sebelum melakukan pengembangan lebih lanjut.

“Fokus kami saat ini adalah pemeliharaan dan penanganan titik-titik prioritas yang langsung dirasakan masyarakat. Karena itu kami memastikan kondisi jalan, trotoar, dan sistem drainase tetap berfungsi dengan baik melalui perbaikan yang dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penanganan genangan dan kualitas jalan masih menjadi perhatian utama. “Sebagian titik sudah menunjukkan perbaikan, namun masih ada yang dalam proses penanganan. Ini menjadi prioritas kami agar dampaknya bisa dirasakan lebih merata oleh masyarakat,” tambah Rizki.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pemerintah kota memahami tingginya perhatian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur di Kota Bandung.

“Kami memahami bahwa isu infrastruktur, mulai dari kualitas jalan, trotoar, hingga genangan, masih menjadi perhatian warga. Di saat yang sama, berbagai perbaikan sudah berjalan dan mulai dirasakan, meskipun belum sepenuhnya merata,” ujar Farhan.

Ia menambahkan bahwa tahun 2026 akan difokuskan untuk mempercepat pembenahan di sektor infrastruktur. “Karena itu, di 2026 kami akan lebih fokus pada pembenahan infrastruktur, terutama di titik-titik yang selama ini paling sering dikeluhkan. Kami ingin memastikan perbaikan yang dilakukan semakin tepat sasaran dan berdampak langsung bagi warga,” lanjutnya.

Menurut Farhan, perbaikan infrastruktur membutuhkan proses yang konsisten dan berkelanjutan. “Ini bukan pekerjaan yang bisa selesai dalam satu waktu. Tapi kami memastikan proses perbaikannya berjalan dan akan terus kami percepat agar kualitas infrastruktur kota semakin baik dari waktu ke waktu,” tutup Farhan.