BANDUNG, – Pemerintah Kecamatan Bandung Kidul saat ininmemprioritaskan pelaksanaan program prakarsa yang digagas Wali Kota Bandung, menyusul selesainya pembahasan anggaran murni untuk kebutuhan rutin. Fokus utama program tersebut adalah pembangunan infrastruktur di lingkungan rukun warga (RW).
Hal itu disampaikan Camat Bandung Kidul, Amiril Mu’minin, S.T., M.M., saat ditemui di sela kegiatan di Kelurahan Batununggal, Jumat (27/2/2025). Ia menjelaskan bahwa anggaran murni yang biasa digunakan untuk belanja operasional seperti listrik dan air berjalan seperti biasa. Namun, perhatian kini tercurah pada realisasi program prakarsa.

“Kalau anggaran murni itu kan rutin, seperti bayar listrik dan air, itu berjalan biasa saja. Tetapi sekarang kita lebih cenderung kepada kegiatan-kegiatan seperti prakarsa oleh Pak Wali Kota. Itu sangat bagus dan menjadi konsentrasi kita tahun ini yang harus dilaksanakan dengan baik,” ujar Amiril.
Fokus pada Infrastruktur RW
Amiril merinci, program prakarsa yang dimaksud mayoritas merupakan proyek fisik. Hal ini didasarkan pada usulan dan kebutuhan warga di tingkat RW, seperti perbaikan jalan rusak, normalisasi sungai, hingga pemasangan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) dan Penerangan Jalan Gang (PJG).
“Memang sebetulnya kalau program prakarsa, kita bicara kondisi di RW-nya. Kalau ada jalan rusak, kita perbaiki. PJU, PJG, itu juga diperintahkan Pak Wali Kota untuk ditata semua. Maka kami dari kecamatan manut (patuh) sama perintah pimpinan, kita jalankan semuanya dengan baik,” tegasnya.
Untuk wilayah Kelurahan Batununggal, terdapat 12 RW yang menjadi lokasi kegiatan. Meski demikian, Camat memastikan pihaknya tidak melakukan intervensi berlebihan terhadap kerja lurah. Peran kecamatan lebih kepada pemantauan dan pendampingan.
“Saya sebagai camat tidak terlalu banyak intervensi ke pihak kelurahan. Saya hanya memantau, apa kendalanya, di mana yang bisa kita bantu. Lurah tetap menjadi landing sector bagi masyarakat,” jelas Amiril.
Komitmen Transparansi Laporan
Lebih lanjut, Amiril menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akurasi data. Ia berjanji bahwa setiap laporan perkembangan proyek yang disampaikan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Tidak ada ruang untuk manipulasi atau rekayasa data.
“Laporan dari kecamatan ke kota itu harus real dengan kondisi lapangan. Saya tidak akan pernah melaporkan sedikit pun yang tidak real. Jadi tidak ada rekayasa kata-kata. Kalau misalnya pekerjaan ini targetnya dua minggu, sekarang baru tujuh hari dan belum selesai, ya saya laporkan saja baru tujuh hari, belum selesai,” janjinya.
Ia menambahkan, dengan 75 persen waktunya berada di lapangan, pihaknya akan terus memonitor langsung progres setiap proyek untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.
Kondisi Wilayah dan Kesadaran Warga
Di akhir wawancara, Camat menyampaikan apresiasi atas kondisi wilayah Bandung Kidul yang dinilai aman dan kondusif. Hal ini tidak terlepas dari kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam pengangkutan sampah rutin serta kesadaran masyarakat yang mulai terbiasa melakukan pemilahan sampah dari rumah.
“Alhamdulillah, Bandung Kidul ini masyarakatnya sadar dalam menata lingkungan dan sampah. Pemilahan sampah di rumah sudah terjadi, cuma mungkin belum sempurna. Kadang sampah organik masih tercampur plastik. Nah itu nanti dibantu dan diingatkan lagi sama petugas,” pungkasnya.