KABUPATEN BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung mengarahkan pembiayaan untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar fokus pada pengembangan peternakan ayam petelur. Kebijakan ini merupakan upaya strategis mendukung ketahanan pangan lokal, khususnya dalam memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi (MBG) yang akan berjalan.
Arah kebijakan tersebut ditekankan oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna, dalam pertemuan koordinasi dengan Perwakilan Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Rabu (6/3). Pertemuan juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania, beserta jajaran.
“Kebutuhan telur di Kabupaten Bandung diproyeksikan meningkat signifikan seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) kami arahkan untuk mendukung pengembangan ayam petelur sebagai komoditas prioritas,” ujar Dadang Supriatna, yang akrab disapa Kang DS.
Ia menjelaskan, selain untuk memastikan pasokan protein hewani yang berkelanjutan bagi program MBG, langkah ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat yang tergabung dalam koperasi. Skema ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi desa berbasis produksi pangan.
Bupati menambahkan, kebijakan ini juga merupakan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga telur di masa depan. Dengan meningkatkan kapasitas produksi lokal, diharapkan pasokan dapat terkendali sehingga risiko inflasi akibat lonjakan harga dapat ditekan.
Melalui sinergi antara KDKMP, LPDB, dan program MBG, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap koperasi dapat menjadi penggerak kemandirian ekonomi dan pilar ketahanan pangan daerah yang berkelanjutan.
