KOTA BANDUNG – Pelatihan Artificial Intelligence (AI) digelar oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung di kantornya, Selasa (26/5). Sebanyak 40 peserta terlihat mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.

Pendaftaran yang dibuka selama dua hari dilaporkan menarik hampir 90 pendaftar. Tingginya minat tersebut dinilai menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keterampilan digital di era saat ini.

Salah satu peserta, Rhyma Permatasari, pemilik usaha RHITME Innovation, menilai pelatihan tersebut memberikan manfaat yang relevan dengan bidang yang ditekuninya. Menurutnya, AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mendukung pengembangan diri maupun usaha.

“Materi yang diberikan sangat menarik. Kami diajarkan bagaimana memahami cara kerja AI, membuat perintah atau prompt yang tepat, hingga nantinya praktik langsung. Saya berharap ilmu yang dipelajari selama dua hari ini bisa diterapkan dan memberikan manfaat ke depannya,” ujarnya.

Pemanfaatan AI dinilai oleh Rhyma tidak hanya penting bagi dunia usaha, tetapi juga bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda.

“Ilmu seperti ini perlu ditularkan. Banyak anak muda yang sudah mengenal AI, tetapi penggunaannya belum maksimal. Harapannya ilmu dari pelatihan ini bisa dibagikan lagi kepada masyarakat dan pemuda di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan oleh peserta lainnya, Salmi Nurbustini. Pelatihan tersebut dinilainya telah membuka wawasan baru mengenai pemanfaatan AI di tengah perkembangan era digital.

“Pelatihan ini membuka pengetahuan baru tentang AI yang dapat membantu pekerjaan, pembelajaran, maupun kebutuhan sehari-hari. Materi dari pemateri juga mudah dipahami dan fasilitas yang diberikan cukup baik,” katanya.

Perkembangan teknologi yang pesat disebut oleh Kepala UPT BLK Disnaker Kota Bandung, Erwin, sebagai alasan utama digelarnya pelatihan ini. Pemahaman tentang AI dinilainya menjadi kebutuhan yang semakin penting.

“Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. AI sudah menjadi bagian dari berbagai aktivitas, sehingga kami ingin melatih warga Kota Bandung agar lebih memahami teknologi, mengetahui apa itu AI, bagaimana cara menggunakannya, hingga memanfaatkannya untuk membantu berbagai kebutuhan,” ujarnya.

Pelatihan lanjutan atau batch berikutnya disiapkan oleh Disnaker Kota Bandung bagi peserta yang belum mendapat kesempatan. Langkah ini diambil melihat tingginya antusiasme masyarakat.

Komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk mendukung pelatihan gratis yang dapat diakses masyarakat ditegaskan ke depannya. Kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan agar semakin banyak warga Bandung memiliki kemampuan digital.

Melalui pelatihan tersebut, AI diperkenalkan tidak hanya sebagai teknologi baru, tetapi juga sebagai sarana yang dapat membantu masyarakat menjadi lebih produktif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.