KOTA BANDUNG  – Sebanyak 206 siswa kompetensi keahlian kuliner SMKN 9 Bandung mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dengan dua skema pilihan, yakni commis chef dan commis pastry, Rabu (15/4/2026).

Kepala Program Studi Kuliner SMKN 9 Bandung, Vianny Agustina Citrasari, menjelaskan bahwa pihak sekolah memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih skema sesuai minat dan bakat masing-masing.

“Kami memberikan dua skema, yaitu commis chef dan commis pastry. Sebanyak 128 siswa memilih commis chef, sedangkan sisanya memilih commis pastry. Pilihan ini diberikan agar siswa dapat mengasah potensi sesuai minatnya,” tutur Vianny saat ditemui di sekolah, Rabu.

Pada skema commis chef, siswa bertugas mengolah hidangan kontinental berbahan dasar unggas, seafood, dan telur yang dipadukan dengan sayuran, kentang, serta aneka sup. Menu yang diolah antara lain sandwich, appetizer shrimp cocktail, main course scotch egg dengan mixed vegetable dan mashed potato, serta chicken cream soup.

Sementara itu, skema commis pastry mencakup pembuatan adonan beragi, pengolahan cokelat, plating dessert, pembuatan sup pastry, serta cake yang dikemas menjadi petit four atau makanan sekali hingga dua kali suap.

Vianny menilai kompetensi peserta didik saat ini sudah cukup mumpuni. Namun, ia menegaskan bahwa evaluasi tetap akan dilakukan secara berkelanjutan.

“Sebagai pendidik, tentu kami tidak bisa cepat puas. Kami akan terus melakukan evaluasi agar pada ujian tahun depan, angkatan berikutnya dapat meningkat dan memiliki kompetensi yang lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

UKK ini merupakan bagian dari rangkaian ujian akhir bagi siswa kelas XII SMK di Jawa Barat yang digelar serentak di masing-masing sekolah.