BANDUNG – Sosialisasi pencegahan dan penanggulangan AIDS, Tuberkulosis (TBC), serta Malaria dalam keluarga digelar di Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (9/6). Kegiatan tersebut merupakan usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Kelurahan Cisaranten Kulon Tahun 2025.
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur, antara lain Kasi Kesos Kelurahan Cisaranten Kulon, Nurlaila, A.Md., Ketua TP. Posyandu sekaligus Lurah Cisaranten Kulon, Elis Sartika, S.Sos., Co WPA Kecamatan Arcamanik, Dewi Natalia Pratiwi, Ketua Karang Taruna, Reza Ferdiansyah, S.A.B., serta Kabid Kualitas Keluarga DP3A Kota Bandung, Wilma Shintamia, S.Sos.
Turut hadir pula Ketua RW se Kelurahan Cisaranten Kulon, Pemegang Program HIV Puskesmas Rusunawa, Sherly, Pokja IV TP. PKK, para kader Tuberkulosis, PBKK Asep Darmaji, kader WPA di Posyandu, serta kader BKR se Kelurahan Cisaranten Kulon. Paparan materi disampaikan oleh dr. Merry Lestari.

Kegiatan ini dinilai sebagai kegiatan yang luar biasa untuk penanganan penyakit menular. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung dari Fraksi Demokrat, Aswan Asep Wawan, S.E.
Usulan dari kelurahan melalui DP3A untuk edukasi tentang penyakit menular, termasuk HIV, didukung oleh Komisi IV. Fungsi DPRD sebagai pengawas anggaran disebut turut dijalankan dalam kegiatan ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dra. Uum Sumiati, M.Si, menyampaikan bahwa sosialisasi ini terutama ditujukan untuk penanganan HIV/AIDS pada perempuan.
Fenomena penularan HIV pada anak yang tidak ditularkan dari orang tuanya disebut sudah mulai ditemukan. Sosialisasi telah dilakukan hingga 35 kelurahan, terutama di titik-titik dengan jumlah kasus yang dinilai cukup banyak.
“Kita mengedukasi masyarakat untuk pencegahan maupun penanganan, menyelamatkan anak-anak di masa depan,” ujarnya.
Kegiatan hari ini disebut sebagai hari ke-20 dengan kelurahan ke-20 yang menerima sosialisasi. Narasumber yang dihadirkan berasal dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung, tenaga medis dari beberapa rumah sakit, serta dari lembaga terkait lainnya.