Bandung,  – Pemerintah Kota Bandung terus mendalami pengelolaan air limbah domestik bersama mitra dari Kota Kawasaki, Jepang, melalui proyek kerja sama teknis Bandung-Kawasaki Gesuido (BKG). Kerja sama yang telah berjalan tiga tahun ini difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penyadartahuan masyarakat.

Manajer Unit Promosi Proyek Internasional BKG, Misu Yukihiko, menyampaikan bahwa proyek ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan staf pemerintah serta masyarakat dalam perbaikan lingkungan air. Tantangan utama yang dihadapi adalah masih bergantungnya lebih dari 80% wilayah Bandung pada sistem septic tank dan perpipaan yang belum terhubung dengan optimal, sehingga berisiko mencemari aliran sungai.

“Peningkatan kesadaran masyarakat menjadi poin penting dalam proyek ini,” tegas Misu di Pendopo Kota Bandung, Kamis (22/1).

Selama pelaksanaan, sebanyak 13 kegiatan telah dilakukan di Bandung dengan melibatkan 54 staf dari Kawasaki, sementara 25 staf Bandung mendapat pelatihan di Jepang. Hasilnya, proyek ini telah menghasilkan materi edukasi visual, meningkatkan pemahaman 84% dari 172 staf yang dilatih, serta mengedukasi 338 siswa dan orang tua dengan tingkat penerapan perilaku baru mencapai 80%.

Ke depan, proyek akan berfokus pada pelatihan berkelanjutan, penguatan kapasitas di tingkat distrik, dan materi edukasi untuk sekolah dasar. Diharapkan, mekanisme berantai ini dapat berakar di Bandung dan menyebar ke wilayah lain di Indonesia.