BANDUNG – Komitmen untuk meningkatkan peran Mathla’ul Anwar dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan pembangunan bangsa ditegaskan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA), Dr KH Jazuli Juwaini MA. Penegasan itu disampaikan pada acara Pelantikan Pengurus Besar Mathla’ul Anwar Masa Khidmat 2026-2031 yang berlangsung di Gedung Pakuan, Bandung, Sabtu (20/6).

Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta Saiful Bahri, Bupati Bandung Dadang Supriatna, serta seluruh pimpinan dan pengurus PBMA dan Muslimat MA.

Apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Gubernur Jawa Barat beserta jajaran, serta Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Rapat Kerja dan Pelantikan Pengurus PBMA di Gedung Pakuan, disampaikan oleh Jazuli dalam sambutannya. Penghargaan juga disampaikannya kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan telah menyatakan kesediaannya untuk mengemban amanah organisasi.

Ikrar yang diucapkan dalam prosesi pelantikan bukanlah sekadar seremoni, melainkan tekad dan komitmen kuat dalam menjalankan amanah perjuangan kepada Allah SWT serta kepada organisasi, umat, dan bangsa, ditegaskan oleh Jazuli.

“Ketahuilah, sesungguhnya ikrar yang kita bacakan tadi bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan komitmen dan tekad yang kuat terhadap amanah perjuangan kepada Allah, organisasi, umat, dan bangsa,” tegasnya.

Meneguhkan Jati Diri

Pentingnya meneguhkan jati diri Mathla’ul Anwar sebagai organisasi Islam yang sejak berdirinya di Pandeglang, Banten, pada 1916 konsisten menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah serta mengemban tiga risalah utama organisasi, yaitu pendidikan, dakwah, dan sosial, juga ditegaskan oleh Ketua Umum PBMA dalam pidatonya.

Di bidang pendidikan, upaya untuk mencerdaskan masyarakat serta melahirkan generasi yang berkarakter, kompeten, dan memiliki daya saing pada tingkat nasional, regional, maupun global terus dilakukan oleh Mathla’ul Anwar. Di bidang dakwah, komitmen untuk menyebarkan Islam rahmatan lil ‘alamin yang menghadirkan kedamaian, kesejukan, ketenangan, dan kemuliaan bagi umat juga ditegaskan. Dakwah dilakukan dengan pendekatan yang bijaksana dan penuh kearifan, serta melalui nasihat yang baik.

Sementara di bidang sosial, nilai kepekaan dan kepedulian sosial telah ditanamkan oleh Mathla’ul Anwar sejak awal berdirinya. Pranata-pranata sosial yang berkembang di masyarakat dihormati, dan budaya dijadikan sebagai sarana komunikasi dan penguatan hubungan sosial.

Menjaga Persatuan

Komitmen organisasi dalam menjaga persatuan umat, kemanusiaan, dan kebangsaan melalui penguatan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah insaniyah, dan ukhuwah wathaniyah juga ditegaskan oleh Ketua Umum PBMA. Persatuan dinyatakan sebagai modal penting untuk mewujudkan umat yang bermartabat serta negara yang kuat dan berwibawa.

Dukungan terhadap pembangunan nasional di berbagai bidang juga ditegaskan oleh Mathla’ul Anwar, serta kesiapan untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh komponen bangsa demi kemajuan Indonesia.

Prioritas Transformasi, Naik Level

Pada masa khidmat 2026-2031, sejumlah agenda transformasi strategis akan difokuskan oleh PBMA. Pertama, transformasi tata kelola organisasi agar lebih profesional, modern, dan akuntabel. Kedua, peningkatan kualitas pendidikan di seluruh lembaga pendidikan Mathla’ul Anwar. Ketiga, penguatan sistem kaderisasi untuk melahirkan kader-kader yang siap menjadi pemimpin di berbagai level dan bidang kehidupan. Keempat, pengokohan eksistensi dan kontribusi Mathla’ul Anwar dalam pembangunan umat, bangsa, dan negara.

Ajakan kepada seluruh jajaran pengurus untuk bekerja secara sungguh-sungguh, menjaga semangat kebersamaan, serta menjadikan kepengurusan baru sebagai momentum memperkuat peran Mathla’ul Anwar dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara, disampaikan oleh Ketua Umum PBMA di akhir sambutannya.

“Mari kita jadikan amanah ini sebagai ladang pengabdian dan perjuangan untuk kemajuan umat, bangsa, dan negara, serta untuk memperkuat peran Mathla’ul Anwar dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berkeadilan, dan bermartabat,” katanya.