Kab. Bandung Barat – Sebuah pertunjukan wayang golek menjadi daya tarik utama dalam resepsi pernikahan pasangan Gen Z, Muhammad Syahrul Hanafi, SM dan Hepi Janwaristia Rahmat, S.Pd di Batujajar, Sabtu (24/1). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata menghidupkan kembali seni tradisional Sunda yang dinilai mulai tergerus.

“Ini bukan sekadar hiburan. Ini upaya konkret. Harapannya, anak-anak Gen Z bisa lebih tertarik untuk melestarikan budaya yang sudah jarang ditemui ini,” ujar Hepi kepada awak media.

Syahrul menambahkan, kehadiran wayang golek membawa nostalgia sekaligus harapan. Ia melihat acara ini sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan wayang kepada generasi sekarang. “Ini percampuran tradisi baheula dengan konteks kekinian. Cerita wayang itu unik dan bisa dikolaborasikan,” jelasnya.

Di luar pesan budaya, pasangan yang menikah pada 9 Desember 2025, itu berharap dapat membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Mereka juga berharap acara ini membawa kebaikan dan meningkatkan ketertarikan pada kekayaan budaya lokal.

Salah satu panitia , Agus Maulana Yusuf, S.Pd mengungkapkan acara ini dirancang untuk memiliki dampak yang lebih luas. Selain sebagai bentuk kesadaran tentang budaya, acara ini juga bertujuan memperkuat solidaritas warga, karena melibatkan tiga RW (5, 6, dan 7) di lingkungan Babakan Sari.

“Kami juga memfasilitasi UMKM lokal dan dari luar daerah untuk berkolaborasi, agar bisa memotivasi perekonomian warga,” tambah Agus.

Lebih dari 100 stan kuliner dan UMKM memadati lokasi acara, mulai dari sepanjang jalan SMP Batujajar, depan Masjid Agung, hingga area pasar dan pesantren. Gelaran ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan semalam, tetapi mampu menyadarkan kembali nilai-nilai kebudayaan, kebersamaan, dan gotong royong di tengah masyarakat.